Mabes Polri menggelar Upacara Tradisi Penyerahan Panji-Panji Polri “Tribrata” di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026) sore. Upacara sakral ini menandai estafet kepemimpinan resmi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Jenderal Suyudi tiba di lokasi upacara sekitar pukul 16.20 WIB didampingi Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prosesi ini disaksikan langsung oleh 2.242 personel perwakilan dari seluruh direktorat dan jajaran korps di lingkungan Polri.
Sejumlah pejabat tinggi negara dan jenderal berbintang turut hadir mengitari Lapangan Bhayangkara. Tampak di antaranya mantan Wakapolri Jenderal Polisi Dedi Prasetyo yang kini mengemban amanat sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), serta Wakapolri yang baru dilantik, Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat.
Momen Khidmat Penyerahan Panji Agung
Puncak acara ditandai saat pasukan berseragam serba putih membawa bendera panji-panji keagungan Polri berlatar hitam. Bendera tersebut mula-mula diserahkan kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri periode 2021–2026.
Dengan penuh khidmat, Jenderal Listyo kemudian menyerahkan panji-panji serta tongkat komando tersebut kepada penerusnya, Jenderal Suyudi Ario Seto, sebagai simbol beralihnya pucuk pimpinan dan tanggung jawab tertinggi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat Indonesia.
Kelanjutan dari Pelantikan di Istana Negara
Prosesi serah terima panji di Lapangan Bhayangkara ini merupakan kelanjutan dari acara pelantikan resmi yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96 dan 97 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kapolri serta Wakapolri. Melalui Keppres tersebut, Presiden Prabowo memberhentikan dengan hormat Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan Komjen Dedi Prasetyo dari jabatan Wakapolri disertai ucapan terima kasih atas dedikasi pengabdian mereka kepada negara.
Sebagai gantinya, Presiden mengangkat Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri—yang kemudian naik pangkat menjadi Jenderal Bintang Empat—serta melantik Irjen Wahyu Hadiningrat menjadi Wakapolri dengan pangkat Komjen. Puncak pelantikan di Istana diakhiri dengan pengucapan sumpah jabatan di hadapan Kepala Negara.