Bintang Ducati Lenovo, Francesco “Pecco” Bagnaia, secara terbuka mengakui bahwa “segalanya terasa berbeda” pada motor Desmosedici miliknya di MotoGP Jepang 2026. Situasi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian impresifnya di Sirkuit Motegi persis 12 bulan lalu, saat ia secara mengejutkan menyapu bersih pole position dan kemenangan ganda di Sprint serta balapan utama.
Menghadapi periode sulit yang terulang kembali musim ini, Juara Dunia dua kali tersebut tampak masih sangat jauh untuk bisa mengulang performa gemilangnya usai merampungkan sesi Latihan (Practice) pada Jumat (2/10/2026).
Bagnaia terdampar di posisi ke-16 dengan selisih waktu 0,775 detik dari pembalap tercepat yang juga menunggangi Ducati, Alex Marquez. Sementara itu, rekan satu timnya, Marc Marquez, tampil solid mengamankan posisi ketiga. Hasil kelam ini menandai kali keenam secara berturut-turut Bagnaia gagal meloloskan diri secara langsung ke kualifikasi kedua (Q2) dan harus merangkak dari Q1.
Sesi Pers Singkat 90 Detik: “Semuanya Berbeda, Nol Grip!”
Saat ditanya awak media mengenai perbedaan karakter motornya dibanding saat mendominasi Motegi musim lalu, Bagnaia menjawab singkat namun sarat keputusasaan: “Semuanya,” tegasnya, sebelum menambahkan, “Sayangnya, semuanya berbeda.”
Dalam sesi wawancara yang berlangsung tidak sampai 90 detik tersebut, pembalap asal Italia itu mengeluhkan masalah kronis penanganan ban belakang yang tanpa daya cengkeram (rear grip) sepanjang musim ini.
“Hari Jumat yang standar untuk musim ini. Kembali berjuang dengan grip, tidak ada cengkeraman, benar-benar nol grip. Kami harus bekerja keras memperbaikinya. Masalahnya selalu sama lebih atau kurang,” ungkap Bagnaia.
Bagnaia membandingkan krisis yang dialaminya di Motegi dengan kondisi di Austria sebelumnya. Menurutnya, balapan di Jepang kali ini jauh lebih rumit karena ketiadaan alokasi konstruksi ban khusus yang biasanya menurunkan tingkat grip pembalap lain.
“Kali ini lebih sulit dibanding Austria. Di Austria, level grip dengan ban khusus terasa berkurang untuk semua pembalap sehingga posisi saya bisa lebih dekat. Namun di sini, spesifikasi ban sama seperti biasanya. Saya makin menderita karena tidak bisa merasakan potensi grip ekstra tersebut,” lanjutnya.
Anomali Skuad Ducati: Bagnaia Sendirian Tercecer di GP26
Bagnaia menjadi satu-satunya penunggang sasis flagship Ducati GP26 yang gagal menembus sepuluh besar untuk lolos langsung ke Q2. Dari jajaran penunggang kuda besi Borgo Panigale, hanya Fermin Aldeguer dan Franco Morbidelli (yang mengendarai GP25) yang menemani Bagnaia terlempar di luar 10 besar.
Morbidelli mengaku kecewa lantaran sejatinya memiliki kecepatan impresif saat menggunakan kompon ban medium, namun gagal memaksimalkan performa ban soft saat time attack.
“Ini bukan hari Jumat yang menyenangkan di mana saya bisa lolos langsung ke Q2. Cukup menyebalkan karena di satu momen kami punya kecepatan luar biasa dengan ban medium. Saya sangat yakin bisa tembus dengan ban soft, tetapi saya gagal mempertajam catatan waktu secara maksimal. Selisihnya tipis, hanya dua persepuluh detik, tetapi itu sudah cukup melempar saya ke Q1,” tutur Morbidelli.