Aksi heroik Kapten Smit Machchhar, pilot asal India yang mengemudikan maskapai Flydubai, menjadi sorotan dunia. Meski bersimbah darah akibat ditikam oleh kopilotnya sendiri di dalam kokpit, ia berjuang dalam kondisi kritis membuka pintu demi menyelamatkan nyawa lebih dari 170 penumpang di atas udara.
Penerbangan Flydubai FZ1073 rute Dubai menuju Tel Aviv tersebut mendadak menukik tajam lebih dari 17.000 kaki (sekitar 5.200 meter) hanya dalam tempo dua setengah jam setelah lepas landas. Pesawat sempat memancarkan sinyal darurat sebelum mengubah kode navigasi menjadi Squawk 7500—kode internasional yang menandakan situasi pembajakan (hijacking).
Dalam panggilan video bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, Machchhar menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya tergeletak di lantai kokpit sembari terus diserang.
“Saya terbaring terluka di lantai, tetapi saya membakar sisa tenaga untuk melakukan satu dorongan terakhir guna membuka pintu kokpit dari dalam,” ujar Machchhar.
“Begitu pintu terbuka, penumpang lain masuk dan membantu mengendalikan situasi. Tentu saja saya bertarung untuk menyelamatkan nyawa sendiri, tetapi di saat yang sama saya bertekad tidak akan membiarkan orang lain mati di pesawat ini,” tegasnya.
Percobaan Pembajakan dan Mendarat Darurat di Tabuk
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa kopilot tersebut menikam sang kapten dalam upaya nekat untuk menjatuhkan pesawat. Pelaku yang teridentifikasi sebagai warga negara Oman tersebut diduga telah terpapar doktrin radikalisme.
Usai pintu kokpit berhasil dibuka, para penumpang—termasuk dua pilot cadangan yang kebetulan menumpang di pesawat tersebut—bergerak cepat meringkus dan mengikat pelaku. Salah satu pilot cadangan kemudian mengambil alih kemudi hingga pesawat berhasil mendarat darurat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
“Setelah berhasil dilumpuhkan dan diikat oleh penumpang serta awak kabin, pelaku berteriak kepada kru, ‘Bunuh saya, bunuh saya!’. Jelas dia berniat melakukan aksi bunuh diri,” ungkap Netanyahu dalam wawancaranya dengan Fox News.
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kini telah membuka penyelidikan resmi untuk mendalami apakah insiden ini berkaitan dengan jaringan atau aktivitas terorisme internasional.
Apresiasi Nasional dan Proses Pemulihan
Kapten Machchhar, yang dijuluki sebagai “pahlawan sejati”, sempat dilarikan ke rumah sakit di Tabuk sebelum diterbangkan menuju Abu Dhabi untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisinya kini dilaporkan telah stabil.
PM Narendra Modi menyampaikan rasa bangga seluruh rakyat India atas keberanian, ketenangan, dan pengambilan keputusan cepat Machchhar yang telah menyelamatkan ratusan nyawa.
Berpengalaman mengudara selama 17 tahun, Machchhar mengaku sangat mengenali setiap perubahan dinamika pesawat bahkan dengan mata terpejam. Menghadapi luka-luka di tubuhnya, sang kapten tetap memelihara optimisme tinggi.
“Saya tidak melihat luka ini sebagai sebuah penderitaan, karena itu hanya akan membuat pemulihan terasa berat. Saya memandangnya sebagai bagian dari perjalanan yang butuh waktu. Saya yakin akan pulih penuh dan siap mengudara kembali,” tutup Machchhar.