JAKARTA – Pemerintah segera mengumumkan hasil evaluasi uji coba compressed natural gas (CNG) yang disiapkan sebagai alternatif LPG 3 kilogram.
Evaluasi dilakukan Ditjen Migas Kementerian ESDM untuk menilai kesiapan CNG dari penggunaan tabung hingga mekanisme distribusinya.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan seluruh aspek teknis dan bisnis CNG masih dalam tahap penyelesaian oleh Ditjen Migas.
“Ya ini kan dari ini kan lagi dievaluasi oleh Ditjen Migas. Itu kan dari tabung, kemudian proses CNG sampai ke tabung, itu juga proses bisnisnya lagi diselesaikan oleh Ditjen Migas,” kata Yuliot dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (4/10/2026).
Menurut Yuliot, hasil evaluasi tersebut akan segera dilaporkan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selaku Menko bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
“Jadi dalam waktu dekat ini hasil evaluasi itu akan disampaikan langsung sama Pak Menko,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menyebut pengujian CNG di kantin Lemigas telah memasuki pekan ketiga.
Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengumpulkan data sekaligus menemukan aspek yang masih membutuhkan perbaikan sebelum penerapan diperluas.
“Jadi kita sudah memasuki minggu ketiga. Data terus dievaluasi, setiap hari dicek,” kata Laode.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah rangkaian pengujian berjalan selama satu bulan untuk memastikan seluruh aspek penggunaan CNG telah dikaji.
“Ada hal apa yang bisa dilakukan, yang dievaluasi poin-poinnya apa saja. Setelah satu bulan, kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah distribusi CNG, termasuk sarana pengangkutan yang harus memenuhi standar keamanan.
Laode menegaskan pengangkutan CNG membutuhkan wadah khusus atau kendaraan yang tidak menggunakan sistem bak terbuka.
Pemerintah juga masih membahas pola bisnis CNG, mulai dari pihak penjual, penyedia tabung, hingga lokasi pengisian gas.
“Tahap selanjutnya kita akan mendiskusikan mengenai skemanya, untuk CNG ini nanti seperti apa sih. Siapa yang menjual, siapa yang menyuplai tabung, gasnya diisinya di mana,” kata Laode.
Pengembangan CNG menjadi salah satu langkah pemerintah dalam strategi transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Keputusan akhir mengenai pemanfaatan CNG sebagai alternatif LPG 3 kg akan menunggu hasil evaluasi teknis dan skema distribusi yang sedang diselesaikan.***