TOKYO — Carlos Alcaraz kembali menunjukkan mental juara setelah melewati situasi sulit dalam semifinal Japan Open 2026 di Tokyo.
Petenis Spanyol itu menundukkan kompatriotnya, Jaume Munar, melalui pertarungan tiga set dengan skor 5-7, 6-3, 6-1.
Kemenangan tersebut mengantar Alcaraz ke partai final turnamen ATP 500 sekaligus memperpanjang dominasinya menjadi sembilan kemenangan beruntun di Japan Open.
Alcaraz sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik setelah merebut servis Munar pada gim ketujuh.
Petenis peringkat tiga dunia itu kemudian mempertahankan servis untuk unggul 5-3 dan berada dalam posisi ideal untuk merebut set pertama.
Namun, situasi berubah drastis ketika Alcaraz kehilangan kendali atas permainan pada fase penentuan set pembuka.
Munar memanfaatkan momentum tersebut untuk merebut empat gim secara beruntun dan membalikkan keadaan menjadi 7-5.
Alcaraz bahkan kehilangan servis tanpa menghasilkan angka ketika bertugas pada kedudukan 5-4 dan 5-6.
Dalam periode tersebut, Alcaraz juga kehilangan 16 poin berturut-turut sebelum akhirnya menghentikan laju Munar pada gim pembuka set kedua.
Ia langsung memberikan respons dengan mematahkan servis Munar dan mulai mengambil alih kendali pertandingan.
Dua kali break pada awal set kedua membuat kepercayaan diri Alcaraz meningkat dan permainan agresifnya semakin sulit dihentikan.
Munar yang sebelumnya mampu menguasai sejumlah reli panjang kemudian kesulitan keluar dari tekanan yang terus diberikan Alcaraz.
Alcaraz akhirnya mengamankan set kedua 6-3 sebelum tampil semakin dominan pada set penentuan.
Dengan tekanan konstan pada hampir setiap pukulan, Alcaraz menyelesaikan set ketiga 6-1 dan memastikan tiket menuju final.
Menariknya, masalah serupa juga muncul dalam tiga pertandingan sebelumnya yang dimainkan Alcaraz di Tokyo tahun ini.
Saat menghadapi Alex Michelsen, Matteo Arnaldi, dan Denis Shapovalov, Alcaraz juga harus menyelamatkan set point sebelum merebut set pembuka melalui tie-break.
Situasi tersebut membuat Alcaraz mengaku belum menemukan jawaban mengenai kesulitannya pada set pertama.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi pada set pertama, bahkan secara umum pada set-set pertama,” kata Alcaraz seperti dilansir Tennis365, Senin.
“Saya memulai pertandingan dengan baik, melakukan break dan kemudian melakukan servis untuk memenangkan set, tetapi saya tidak tahu apa yang terjadi.”
“Sepertinya saya selalu kesulitan pada set pertama, tetapi saya sangat senang dengan cara saya bangkit setiap kali menghadapi situasi tersebut.”
Alcaraz juga menilai Munar merupakan lawan yang sangat sulit, terlebih kondisi pertandingan dinilainya cocok dengan karakter permainan kompatriotnya tersebut.
“Saya hanya berusaha bertahan selama mungkin hingga kedudukan 5-4, lalu seperti yang saya katakan, saya tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.”
Memasuki set kedua, Alcaraz berusaha mempertahankan fokus dan mencari momentum melalui beberapa gim awal.
“Saya mencoba bertahan, memainkan beberapa gim bagus di awal, lalu mendapatkan beberapa break yang sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri.”
Setelah mendapatkan momentum, Alcaraz mengubah pendekatannya dengan bermain lebih agresif dan tidak memberikan ruang kepada Munar untuk mengembangkan pola permainannya.
“Saya tidak membiarkan dia memainkan gayanya, dan tidak membiarkannya mengendalikan pertandingan di area yang menjadi kekuatannya.”
“Saya mencoba terus menekannya dalam setiap pukulan, setiap bola, dan setiap poin, dan saya pikir itulah kunci pertandingan hari ini.”
Performa tersebut memperlihatkan kemampuan Alcaraz mengubah pertandingan ketika berada dalam tekanan, meski masih menyisakan tanda tanya atas penampilannya pada set pertama.
Dengan kemenangan atas Munar, Alcaraz kini tinggal satu pertandingan lagi untuk merebut gelar Japan Open 2026.
Perjalanan menuju final juga memperpanjang catatan impresif Alcaraz di Tokyo setelah sebelumnya melewati Michelsen, Arnaldi, dan Shapovalov.***