Presiden RI Prabowo Subianto blak-blakan mengungkap adanya teror intensif yang menimpa jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia membeberkan bahwa para petugas di lapangan beserta keluarga mereka kerap diancam dan digertak oleh kelompok oligarki atau mafia penjarah kekayaan alam yang terganggu oleh penegakan hukum.
Pengakuan mengejutkan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam acara penyerahan uang pemulihan aset negara hasil kerja Satgas PKH di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
“Saya tahu saudara-saudara diancam, digertak. Tidak hanya saudara, keluarga saudara pun diancam. Saya paham dan saya mengerti. Saya punya mata dan telinga di mana-mana,” tegas Prabowo di hadapan jajaran penegak hukum.
Prabowo: “Silakan Mundur Jika Tak Kuat atau Mau Gabung Penjarah!”
Presiden menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para anggota Satgas PKH yang memilih bertahan dan pantang mundur meski berada di bawah tekanan fisik maupun psikologis.
Namun, Prabowo memberikan pesan menohok dan tanpa kompromi bagi siapa pun anggota yang merasa tidak kuat mentah menghadapi gertakan kelompok kepentingan tersebut.
“Silakan saudara nonton, atau kalau saudara mau bergabung sekalian dengan kelompok yang menjarah kekayaan kita, silakan. Tapi percayalah, kebenaran yang akan menang,” ujar Prabowo dengan nada lugas.
Tak Gentar Serangan Buzzer, Algoritma, dan Demo Bayaran
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti taktik perlawanan balik dari para penjarah hutan yang menggunakan kekuatan finansial untuk merusak fokus penegakan hukum melalui propaganda media sosial hingga aksi massa buatan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu-ragu dan tidak sedikit pun gentar menghadapi gempuran modal para penjarah tersebut.
“Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka mainkan algoritma, mereka serang kita di sosmed, atau mereka mau membiayai demonstrasi—kita tidak gentar! Kita berdiri bersama rakyat dan kita siap mati untuk rakyat,” pungkas Prabowo membakar semangat prajurit dan petugas di lapangan.