Nasib sial menghantam George Russell di GP Malaysia (Sepang). Saat berada di posisi ketiga di bawah kawalan Safety Car pada Lap 50, jet darat milik pebalap asal Inggris tersebut mengalami kerusakan power unit hingga terpaksa berhenti di pinggir lintasan menjelang Tikungan 1.
Musibah ini tak hanya menghanguskan poin krusial Russell dalam perebutan gelar juara dunia melawan rekan setimnya, Kimi Antonelli—yang berhasil finis kedua—tetapi juga memberikan “pukulan beruntun” untuk balapan berikutnya di GP Singapura.
Mercedes terpaksa memasang power unit baru untuk Russell di Marina Bay karena alokasi komponen berjarak tempuh rendah milik pebalap berusia 28 tahun itu sudah habis. Akibat pergantian komponen ini, Russell hampir dipastikan harus memulai balapan hari Minggu dari posisi paling belakang (grid terbawah).
Serba Salah di Marina Bay
Awalnya, Mercedes berharap bisa menghemat stok mesin dan menunda hukuman penalti hingga balapan-balapan akhir musim. Namun, kerusakan parah di Sepang memaksa tim asal Brackley tersebut mengambil risiko penalti lebih awal.
Memulai balapan dari belakang di sirkuit jalan raya Singapura yang sempit dan minim area menyalip adalah mimpi buruk. Posisi start ini makin memperberat langkah Russell untuk mengejar ketertinggalan 84 poin dari Antonelli di papan klasemen pebalap.
Bos Mercedes, Toto Wolff, yang sempat dibuat “sangat jengkel” dengan performa mobil di Sepang, kini berharap paket upgrade mereka bisa bekerja lebih maksimal di Singapura—mengulang kejayaan tahun lalu saat Russell sukses meraih pole position sekaligus menang di Marina Bay.