JAKARTA – Penggunaan ponsel, laptop, dan perangkat digital yang semakin melekat dalam aktivitas sehari-hari membuat kesehatan mata perlu mendapat perhatian lebih. Terlalu lama menatap layar dapat memicu keluhan seperti mata kering, lelah, dan penglihatan yang terasa tidak nyaman.
Momentum World Sight Day 2026 yang diperingati pada 8 Oktober menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan mata dan mengenali gangguan penglihatan sejak dini. Kampanye global bertajuk #LoveYourEyes mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mata, termasuk melalui pemeriksaan secara berkala.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat atau jauh. Dari jumlah tersebut, setidaknya 1 miliar kasus diperkirakan dapat dicegah atau belum mendapatkan penanganan yang memadai.
Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Rahayu Widhyasti, Sp.M, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai penglihatan terganggu untuk memeriksakan mata.
“Banyak orang baru memeriksakan mata setelah muncul keluhan. Padahal di era digital ini, perhatian terhadap kesehatan mata sebaiknya tidak menunggu hingga keluhan muncul,” ujar Rahayu dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Bikin Mata Tidak Nyaman
Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat menimbulkan gejala kelelahan mata digital. Keluhannya bisa berupa mata terasa kering, lelah, perih, hingga pandangan buram sementara.
Namun, penglihatan buram tidak selalu disebabkan oleh penggunaan layar. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan refraksi, seperti miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder.
Karena penyebabnya beragam, perubahan penglihatan yang berulang atau mulai mengganggu aktivitas sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.
Anak dan Remaja Perlu Memperhatikan Risiko Mata Minus
Perhatian terhadap kesehatan mata juga penting bagi anak dan remaja. Pada kelompok usia ini, perkembangan miopia perlu dipantau karena dapat memengaruhi kondisi penglihatan dalam jangka panjang.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di JAMA Network Open pada 2025 menganalisis 45 penelitian dengan total 335.524 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap tambahan satu jam waktu penggunaan layar per hari berkaitan dengan peningkatan peluang mengalami miopia sebesar 21 persen.
Meski begitu, temuan tersebut menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti bahwa penggunaan layar sendirian pasti menyebabkan mata minus. Faktor lain, termasuk aktivitas melihat dari jarak dekat dan waktu yang dihabiskan di luar ruangan, juga perlu dipertimbangkan.
Kementerian Kesehatan RI pada Februari 2026 menyebut sekitar 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi yang belum dikoreksi dengan kacamata. Kondisi ini menjadi alasan pentingnya deteksi dini agar gangguan penglihatan tidak menghambat aktivitas dan tumbuh kembang anak.
Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata
Rahayu menyarankan sejumlah kebiasaan sederhana untuk mengurangi ketidaknyamanan mata, terutama bagi orang yang banyak bekerja atau belajar menggunakan layar.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memberikan jeda secara berkala saat menatap layar.
- Memastikan pencahayaan ruangan cukup dan tidak menyilaukan.
- Menjaga jarak serta posisi layar agar nyaman dilihat.
- Mengistirahatkan mata dengan sesekali melihat objek yang lebih jauh.
- Memeriksakan mata jika keluhan berulang atau penglihatan berubah.
Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan tanda-tanda yang tidak biasa. Penglihatan buram yang muncul mendadak, terutama jika disertai nyeri, kilatan cahaya, atau munculnya bintik dan bayangan melayang secara tiba-tiba, perlu segera diperiksa oleh tenaga medis.
Pemeriksaan Mata Jangan Menunggu Keluhan
Pemeriksaan mata membantu mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai. Bagi orang yang membutuhkan kacamata, koreksi penglihatan sebaiknya ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar mengikuti rekomendasi orang lain.
Rahayu menegaskan bahwa tujuan utama perawatan mata adalah memastikan kesehatan mata tetap terjaga dan koreksi penglihatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.
Dengan meningkatnya penggunaan perangkat digital, kebiasaan menjaga mata dan melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi semakin penting. Mengenali perubahan penglihatan sejak dini dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan yang tepat sebelum gangguan tersebut semakin menghambat aktivitas sehari-hari.