JAKARTA – Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, mengakui performa timnya pada awal musim belum sesuai harapan menjelang bergulirnya kembali Liga Inggris setelah jeda internasional selama tiga pekan.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Chelsea telah menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas demi mendukung proyek kepelatihan Alonso.
Alonso datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2026 dengan reputasi mentereng setelah membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah klub dan menuntaskan kompetisi tanpa kekalahan.
Namun, kiprahnya bersama Real Madrid pada periode sebelumnya berakhir pada Januari, sebelum mantan gelandang Liverpool itu kembali ke Inggris untuk memimpin Chelsea pada Juni 2026.
Awal kepemimpinannya sempat menjanjikan setelah Chelsea meraih tiga kemenangan beruntun atas Fulham, Luton Town, dan Brighton di kompetisi domestik.
Momentum tersebut kemudian terganggu oleh kekalahan dari Arsenal, pertandingan Piala Liga yang berlangsung ketat melawan Leeds, hasil imbang 2-2 kontra Hull City, serta kekalahan telak 0-3 dari Brentford.
Alonso soroti kelemahan pertahanan dan serangan
Dalam wawancara dengan Stan Sport, Alonso mengakui Chelsea masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mencapai performa yang konsisten di Liga Inggris.
“Saya merasa situasinya akan membaik, tetapi untuk saat ini, performa kami memang belum cukup baik,” ungkapnya seperti dilansir Evening Standard, Jumat (9/10/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menilai persoalan Chelsea bukan hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga jumlah kebobolan dan efektivitas permainan ketika menyerang.
Menurut Alonso, organisasi serangan yang lebih baik dapat membantu tim bertahan dengan lebih solid sehingga perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada lini belakang.
Ia juga menyadari bahwa sejumlah aspek permainan Chelsea masih dalam tahap pengembangan dan membutuhkan waktu agar tim mampu tampil stabil dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Belanja besar, tuntutan tinggi
Chelsea menghabiskan lebih dari 340 juta pound sterling pada bursa transfer musim panas, setara sekitar Rp8,05 triliun dengan kurs indikatif Rp23.680 per pound pada 9 Oktober 2026.
Salah satu transfer terbesar adalah perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa senilai 117 juta pound atau sekitar Rp2,77 triliun, yang mencerminkan besarnya investasi klub untuk memperkuat skuad Alonso.
Di sisi lain, Chelsea melepas gelandang Argentina Enzo Fernandez ke Manchester City pada hari terakhir bursa transfer dengan nilai 125 juta pound atau sekitar Rp2,96 triliun.
Chelsea dilaporkan gagal mendatangkan Lamine Camara sebagai pengganti Fernandez, sehingga komposisi lini tengah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan skuad.
Alonso sebelumnya berharap timnya dapat langsung tampil kompetitif setelah mendapatkan dukungan finansial besar dari manajemen klub.
Meski demikian, ia mengakui menjaga gawang tetap tanpa kebobolan bukan perkara mudah, tetapi Chelsea seharusnya mampu mengurangi jumlah gol yang bersarang di gawang mereka.
Bournemouth menjadi ujian berikutnya
Chelsea dijadwalkan menjamu Bournemouth saat Liga Inggris kembali bergulir akhir pekan ini, setelah jeda internasional selama tiga pekan.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Alonso untuk mengevaluasi hasil pembenahan tim sekaligus memperbaiki konsistensi permainan setelah kekalahan dari Brentford.
Namun, Chelsea juga menghadapi perhatian terkait kondisi sejumlah pemain setelah agenda internasional, termasuk Cole Palmer yang meninggalkan pemusatan latihan timnas Inggris untuk mengelola beban bermainnya.
Keputusan Palmer tersebut memicu komentar dari pelatih Inggris Thomas Tuchel, mantan pelatih Chelsea, yang mempertanyakan komitmen sang gelandang terhadap tim nasional karena dinilai telah melewatkan terlalu banyak kesempatan.
Bagi Alonso, duel melawan Bournemouth menjadi momen penting untuk menunjukkan perkembangan nyata Chelsea, terutama dalam menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan.***