KARO, SUMUT — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, masih berstatus Level III atau Siaga berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Senin (12/10/2026).
Laporan pengamatan periode pukul 00.00–06.00 WIB menunjukkan aktivitas gunung api masih dipantau melalui pengamatan visual dan instrumental.
Secara visual, Gunung Sinabung terpantau jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat ketebalan 0–III.
Asap berwarna putih terlihat keluar dari kawah utama dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 50–200 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di sekitar gunung berkisar cerah hingga mendung, disertai angin berkecepatan lemah sampai sedang yang bertiup ke arah timur dan tenggara.
Suhu udara di kawasan pengamatan tercatat antara 15 hingga 18 derajat Celsius.
Tercatat Lima Gempa Vulkanik dan Tektonik
Pemantauan kegempaan selama periode tersebut mencatat satu gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 25 detik.
Selain itu, satu gempa vulkanik dalam tercatat memiliki amplitudo 10 milimeter, selisih waktu gelombang S-P sebesar 2,4 detik, dan durasi 16 detik.
Instrumen juga merekam tiga gempa tektonik jauh dengan amplitudo berkisar 2–80 milimeter, selisih waktu gelombang S-P antara 17–34 detik, serta durasi 40–157 detik.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan selama enam jam dan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa erupsi akan segera terjadi.
Radius Bahaya Gunung Sinabung
PVMBG meminta masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki desa-desa yang telah direlokasi maupun kawasan terlarang di sekitar Gunung Sinabung.
Pembatasan aktivitas berlaku dalam radius 3 kilometer dari puncak serta radius 5 kilometer pada sektor tenggara.
Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar.
Ancaman tersebut perlu diperhatikan terutama ketika hujan turun dan material vulkanik berpotensi terbawa aliran air menuju kawasan yang lebih rendah.
Pemerintah Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG atau Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung.
Masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi resmi dan tidak memasuki zona berbahaya demi mengurangi risiko terdampak aktivitas vulkanik.***