JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memastikan setiap perjanjian perdagangan internasional menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen kesepakatan tanpa realisasi.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di BSD, Tangerang, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026.
“Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkrit dan langsung berdampak pada rakyat. Jangan hanya teken-teken MOU, tapi harus bisa direalisasikan MOU tersebut,” demikian sambutan Presiden yang dibacakan Bahlil pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di BSD, Tangerang, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026.
Prabowo Minta Kesepakatan Dagang Dioptimalkan
Prabowo menegaskan bahwa perjanjian perdagangan bebas yang telah berlaku harus dimanfaatkan secara maksimal oleh eksportir Indonesia untuk memperluas penjualan produk nasional di pasar global.
Pemerintah juga diminta menyederhanakan prosedur ekspor agar pelaku usaha dapat mengakses pasar internasional dengan lebih mudah dan mampu bersaing dengan produk negara lain.
“Hasil perjanjian perdagangan bebas yang sudah berlaku harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para eksportir Indonesia. Kemudian didukung dengan kemudahan prosedur ekspor,” kata Presiden.
Pembiayaan dan Promosi Ekspor Jadi Perhatian
Selain menyederhanakan administrasi, pemerintah perlu memperluas akses pembiayaan ekspor dan menyediakan perlindungan asuransi dengan biaya terjangkau bagi pelaku usaha.
Promosi produk Indonesia di luar negeri juga harus diperkuat, termasuk melalui pembentukan pusat promosi di negara-negara tujuan ekspor untuk memperkenalkan produk nasional kepada calon pembeli.
“Akses pembiayaan ekspor dan asuransi yang terjangkau. Selain itu kita juga harus terus melakukan promosi secara intensif ke negara-negara tersebut, di antaranya membuka pusat-pusat promosi,” ujar Presiden.
Pasar Afrika hingga Eropa Timur Dibidik
Prabowo mendorong Indonesia memperluas jangkauan perdagangan ke berbagai kawasan potensial, termasuk Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur.
Perluasan pasar melalui perjanjian perdagangan bebas dinilai penting untuk membuka peluang baru bagi eksportir sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di tengah persaingan internasional.
“Peningkatan akses pasar ke negara-negara tradisional di kawasan Afrika. Yang tadi seperti Menko pangan alias Menteri Perdagangan de facto menyampaikan tadi,” ucap Presiden.
“Kalau ini saya tambah sendiri, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur perlu terus kita tingkatkan melalui perjanjian perdagangan bebas. Agar produk kita mempunyai daya saing,” kata Presiden, menambahkan.
Hilirisasi Didorong untuk Meningkatkan Nilai Ekspor
Kepala Negara turut menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk menjadi negara maju.
Melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi, Indonesia diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari kekayaan alamnya.
“Langkah strategis yang dilakukan Indonesia untuk menjadi negara maju adalah mengelola sumber daya alam sebaik-baiknya. Kita manfaatkan secara optimal untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” demikian sambutan Prabowo.
UMKM dan Koperasi Didorong Masuk Pasar Global
Pemerintah juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi agar semakin terlibat dalam rantai nilai global dan tidak hanya bergantung pada pasar domestik.
Penguatan akses digital dan layanan keuangan menjadi salah satu langkah untuk membantu pelaku usaha nasional meningkatkan kapasitas bisnis serta memperluas jangkauan pemasaran ke luar negeri.
Dengan strategi tersebut, pemerintah diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga memastikan manfaat ekspor dan kerja sama internasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.***