Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat, yang videonya mendadak terekam kamera dan viral di media sosial.
Oknum Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Purwakarta yang diduga kuat mencambuk bawahannya—Kepala SPPG Purwakarta—di dalam area kantor resmi dipastikan bakal diseret ke sidang etik kepegawaian BGN Pusat.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN, Rahman, menegaskan bahwa penanganan disiplin ini diproses langsung untuk menegakkan integritas dan profesionalisme aparatur, khususnya dalam pengawalan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi, posisi yang bersangkutan sebagai Koordinator Wilayah Purwakarta akan dilakukan penanganan melalui sidang etik kepegawaian di Biro SDMO BGN Pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rahman dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Sanksi Tegas: Kekerasan Tidak Ditoleransi di Lingkungan Kerja
Rahman mengingatkan seluruh jajaran personel yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG untuk senantiasa menjunjung tinggi norma kepegawaian. Ia menekankan bahwa gesekan internal atau perselisihan pribadi tidak boleh diselesaikan lewat cara-cara anarkis.
Sikap senada diutarakan Juru Bicara BGN, Tysa Novenny. Pihaknya menegaskan bahwa lembaga menaruh perhatian serius terhadap krisis kedisiplinan ini.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor. Kami telah melakukan investigasi untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait. Setiap bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius,” kata Tysa.
Fakta Investigasi: Sempat Dilerai Pimpinan Kantor
Berdasarkan penelusuran internal BGN, saat aksi pencambukan meletus pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Kepala KPPG Bogor beserta Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) sejatinya berada di lokasi kejadian.
Otoritas KPPG Bogor dilaporkan sempat berupaya melerai perselisihan panas antar-pegawai tersebut sebelum akhirnya rekaman video insiden bocor dan menyebar luas di publik.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, membenarkan bahwa pihak kantor telah mengambil tindakan awal berupa teguran keras serta melaporkan kronologi penuh ke Jakarta guna menentukan sanksi pidana maupun administratif.
“Kami secara langsung sudah menegur dengan keras terhadap kedua pihak, dan menyampaikan bahwa tindakan kekerasan itu tidak boleh terjadi. Kami juga berkoordinasi dengan pimpinan di BGN Pusat Jakarta untuk menentukan punishment atau sanksi yang paling tepat,” pungkas Haidir.