BANTEN — Basarnas Banten masih melakukan pemantauan dan pendinginan terhadap Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Merak, Banten. Setelah proses pendinginan selesai dan kondisi kapal dinyatakan aman, kapal tersebut direncanakan ditarik menuju Bojonegara untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan perbaikan.
Proses pendinginan atau cooling down dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum kapal dipindahkan dari lokasi terakhirnya di perairan Merak.
Basarnas Banten menyebutkan, penarikan kapal atau towing akan dilakukan setelah proses penanganan di lokasi dinyatakan memadai. KMP Batu Mandi selanjutnya direncanakan bersandar di Dock Karya Putra Berkah, Bojonegara.
Di lokasi kejadian, tim SAR gabungan bersama instansi maritim terkait terus memantau perkembangan kondisi kapal. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mendukung kelancaran proses penanganan hingga pemindahan kapal ke lokasi yang telah ditentukan.
“Basarnas Banten terus berkoordinasi dengan unsur terkait guna mendukung kelancaran proses penanganan kapal serta memastikan seluruh tahapan berjalan dengan aman,” demikian keterangan resmi Basarnas Banten.
Setelah tiba di Bojonegara, KMP Batu Mandi dijadwalkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari penanganan pascakebakaran. Kapal tersebut juga direncanakan menjalani perbaikan di lokasi sandar.
Hingga kini, proses pendinginan dan pemantauan masih menjadi fokus penanganan. Perkembangan selanjutnya akan mengikuti hasil penanganan di lapangan serta koordinasi antara Basarnas dan instansi terkait.