Sebuah tragedi mengerikan terjadi di jalur alternatif Puncak, Bogor, Jawa Barat, ketika sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan keluarga dari Rawabelong, Jakarta Barat, terguling dan jatuh ke dalam jurang. Insiden yang terjadi pada hari Sabtu ini melibatkan sopir yang disebutkan kurang menguasai medan dan mengandalkan Google Maps untuk navigasi.
Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya, menyatakan, “Diduga pengemudi tidak menguasai medan jalan, tidak hati-hati dan kurangnya konsentrasi.” Kecelakaan terjadi di sebuah tikungan tajam, dimana bus menghantam besi pembatas jalan sebelum terperosok menabrak rumah warga dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Bus dengan nomor polisi DK-7359-AJ itu mengangkut sekitar 30 penumpang yang merupakan satu keluarga yang berangkat ke sebuah acara keluarga di Vila Putih HMA, Kampung Pakancilan, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung. Menurut Kompol Eddy Santosa, Kapolsek Cisarua, “Mereka hendak menginap di vila tersebut.”
Dari laporan yang diterima, delapan orang mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit. Kondisi korban bervariasi dari luka lebam dan memar hingga patah tulang. Sementara itu, sopir bus, berinisial E, tidak mengalami luka tetapi mengalami syok dan sedang dimintai keterangan oleh kepolisian.
Salah satu penumpang, Devina, mengatakan bahwa sopir bus tidak hapal jalan dan sempat tersesat menuju Taman Safari. “Sopir ngikutin Google Maps, makanya sempat nyasar,” ucapnya. Dia menambahkan bahwa kondisi bus sebenarnya baik namun mereka ragu melewati jalur yang ekstrem.
Darwin, kondektur bus, menduga ada masalah pada rem bus yang tidak berfungsi dengan baik saat kejadian. “Awalnya dari tikungan sana (jelang turunan) kayaknya sih udah kurang angin rem-nya,” kata Darwin.
Insiden ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, yang mengonfirmasi kecelakaan tersebut dan menyatakan bahwa timnya sedang berada di lokasi untuk penanganan lebih lanjut. “Bus sedang diupayakan dievakuasi. Kejadian di jalur alternatif, jadi tidak mengganggu jalur utama Jl Raya Puncak,” jelas Ardian.
Pihak berwenang terus menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan melakukan upaya evakuasi.