JAKARTA – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Waka BRIN), Prof. Amarulla Octavian, melakukan kunjungan untuk meninjau langsung uji penembakan Rudal Exocet MM-40 yang dilaksanakan di perairan Laut Jawa.
Pada uji tersebut, rudal berhasil ditembakkan dari kapal frigat KRI R. E. Martadinata-331 dan tepat mengenai sasaran yang berjarak 40 mil. Uji penembakan rudal ini kemudian dilanjutkan dengan uji terbang drone Camcop, yang digunakan untuk menguji kemampuan surveillance di atas permukaan laut.
Rangkaian uji coba tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI AL, antara lain Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata, dan Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Khairil Lubis. Mereka turut berada di atas kapal KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 selama kegiatan uji coba berlangsung.
Prof. Amarulla Octavian menyampaikan bahwa kerja sama riset antara BRIN dan TNI AL bertujuan untuk menindaklanjuti keberhasilan uji penembakan rudal dalam rangka pengembangan Rudal Nasional dan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) MALE. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan Indonesia di masa depan.
Uji penembakan ini berlangsung dalam kondisi Laut Jawa yang cukup bergelombang, hujan gerimis, dan angin yang relatif kencang. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan launching mode dan searching area pada komputer rudal, sehingga risiko dapat diminimalkan.
Selain uji penembakan rudal Exocet MM-40, rangkaian uji coba juga mencakup penembakan roket Grad M-70 dari kapal angkut tank KRI Teluk Amboina-503. Sebanyak 40 roket ditembakkan secara salvo dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Modifikasi pada Menara Roket Launcher yang diterapkan dalam uji ini merupakan inovasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal), yang bertujuan untuk menjaga performa alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI AL.
Prof. Amarulla Octavian juga memberikan apresiasi atas kerja keras Pusat Penerbangan TNI AL dan Dinas Persenjataan dan Elektronika TNI AL dalam mengembangkan Bomber Drone. Ia berharap inovasi ini akan semakin memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia di masa depan.