JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur telah menyiagakan 45 personel untuk mengantisipasi kemungkinan banjir yang dapat terjadi pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12).
Langkah ini dilakukan mengingat prediksi banjir siklus empat tahunan yang pernah melanda DKI Jakarta pada malam Tahun Baru 2020.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) BPBD Jakarta Timur, Sukendar, menjelaskan bahwa tim yang disiapkan akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk mengatasi potensi banjir.
“Sementara ini kami telah persiapkan tim penuh (full team) melibatkan 45 personel berikut sarana dan prasarana dalam rangka menyambut pergantian malam Tahun Baru 2025,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta.
Tim BPBD Jakarta Timur juga telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat untuk mempermudah distribusi bantuan ke lokasi bencana, mengingat kemungkinan terjadinya kepadatan lalu lintas pada malam pergantian tahun.
Daerah-daerah rawan banjir yang diperkirakan terdampak oleh hujan lokal dan banjir kiriman ini meliputi Kelurahan Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, serta beberapa kelurahan lainnya di sepanjang lintasan Kali Ciliwung, seperti Susukan, Rambutan, dan Pondok Bambu.
“Masing-masing titik sudah kami taruh orang (ploting) dalam rangka percepatan penanganan,” tambah Sukendar.
Selain itu, BPBD akan menerjunkan berbagai sarana penanggulangan bencana seperti perahu karet (LCR), tenda pengungsi, kendaraan operasional, dan kebutuhan logistik lainnya untuk mendukung proses evakuasi apabila diperlukan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PMI Dinsos, Damkar, Brimob dan beberapa instansi terkait lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, pemerintah Kota Jakarta Timur juga telah menyiapkan posko pengendali banjir dan tim pengendali banjir di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk memantau situasi selama malam pergantian tahun.
Sekretaris Kota Jakarta Timur, Kusmanto, mengingatkan bahwa pengalaman dari tahun 2020 yang mengalami hujan lebat pada malam Tahun Baru menyebabkan banjir di wilayah Jakarta Timur, seperti Cipinang Melayu, Jatinegara, dan Duren Sawit.
Untuk itu, Kusmanto memastikan bahwa berbagai sarana dan prasarana telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur, termasuk pompa, personel, serta pengerukan waduk dan pembersihan saluran penghubung (PHB) untuk meminimalisir potensi banjir.
“Kita sudah berupaya dengan Sudin SDA agar seluruh sarana prasarana disiapkan baik itu pompa dan personel, dan juga jauh-jauh hari sudah melakukan pengerukan waduk dan juga pembersihan saluran penghubung (Phb),” ungkapnya.