JAKARTA – Media Israel menyoroti situasi keamanan di Jalur Gaza, memperingatkan bahwa tanpa tujuan strategis yang jelas, tentara Israel dapat terus mengalami kerugian.
Alon Abitar, seorang letnan kolonel cadangan dan pakar urusan Arab, mengatakan kepada Channel 12 pada Senin (30/12) bahwa enam tentara Israel dilaporkan telah terluka akibat ledakan bom di Jalur Gaza.
“Operasi-operasi terhadap kelompok gerilya di Jalur Gaza ini menelan korban jiwa. Saya tidak yakin ini akan berubah dalam waktu dekat, baik dalam hal militer maupun operasi taktis,” ujarnya.
Dalam pernyataannya itu, Abitar juga menekankan pentingnya bagi Israel untuk menetapkan tujuan militer jangka panjang yang jelas.
“Ketika tidak ada tujuan, inilah yang menanti kita segera,” ujar Abitar.
Serangan al-Qassam di Jabalia
Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa pada hari yang sama, para pejuang mereka menyerbu pos militer baru milik Israel di kamp Jabalia, melumpuhkan lima tentara dari jarak dekat.
Dalam pernyataannya, al-Qassam mengklaim telah membakar sebuah tank Merkava beserta awaknya serta menyerang jip militer yang membawa tentara Israel menggunakan granat tangan, yang mengakibatkan korban tewas dan luka-luka.
“Operasi dimulai dengan menyerbu pos militer yang baru didirikan oleh pasukan pendudukan di kamp Jabalia dan melumpuhkan lima tentara dari jarak dekat,” demikian pernyataan Brigade tersebut.
Pada Jumat sebelumnya, seorang pejuang al-Qassam melancarkan serangan bom bunuh diri yang menargetkan lima tentara Israel.
Saat pasukan penyelamat Israel mencoba mengevakuasi korban, pejuang al-Qassam melancarkan serangan tambahan menggunakan tembakan dan granat di daerah Tal al-Zaatar, sebelah timur kamp pengungsi Jabalia.