NTT – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menutup posko pengungsian di Ile Gerong, Kecamatan Titehena, pasca-erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Penutupan ini dilakukan setelah beredar informasi bahwa sejumlah petugas posko diduga menjual logistik yang seharusnya diperuntukkan bagi pengungsi kepada pihak lain.
Posko pengungsian yang menampung 55 kepala keluarga (KK), atau sekitar 174 penyintas, terpaksa ditutup meskipun dugaan tersebut belum sepenuhnya terungkap.
Namun, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Avelina Manggota Hallan membantah penutupan ini disebabkan oleh masalah tersebut.
“Tidak (bukan karena ada masalah). Hanya supaya mempermudah penanganan pengungsi,” katanya saat dihubungi pada Kamis (9/1/2025).
Menurutnya, penutupan posko dilakukan karena jumlah pengungsi di lokasi tersebut semakin berkurang. Sebagai langkah tindak lanjut, pengungsi yang ada di Posko Ile Gerong akan dipindahkan ke posko pengungsian lainnya, yakni Posko Konga.
Sementara itu, terkait dugaan penjualan logistik yang mencuat, pihak kepolisian setempat, melalui Kepala Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur AKBP I Nyoman Putra Sandita, mengungkapkan bahwa penyidik masih dalam tahap penyelidikan.
“Penyidik sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan dan pengumpulan alat bukti,” kata Sandita
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera memberikan perkembangan terbaru setelah penyelidikan selesai dilakukan.
Meski demikian, pemerintah setempat mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap langkah-langkah yang sedang diambil oleh pemerintah dan pihak kepolisian dalam menangani masalah ini.