JAKARTA – Penyanyi Agnes Monica, yang lebih dikenal dengan nama panggung Agnezmo, mengungkapkan bahwa rumahnya di Los Angeles terletak cukup dekat dengan lokasi kebakaran besar yang sedang melanda wilayah tersebut. Lewat Instagram story, Agnezmo membagikan kabar terkini tentang kondisi dirinya dan tempat tinggalnya.
Agnes yang telah lama tinggal di Amerika Serikat dan sering bolak-balik ke Indonesia untuk karier musiknya ini mengaku biasanya enggan membagikan informasi pribadi lewat media sosial. Namun, mengingat banyaknya pesan yang diterimanya, dia merasa perlu untuk memberikan penjelasan kepada penggemar.
“Saya biasanya tidak suka menulis hal-hal ini di Instagram, tetapi begitu banyak orang yang menghubungi saya. Terima kasih semua yang telah menghubungi. Sejujurnya, kita menghadapi banyak hal saat ini,” tulisnya di Instagram story @Agnezmo, Sabtu (11/1).
Agnes juga menjelaskan bahwa salah satu titik kebakaran berada hanya 15 menit dari tempat tinggalnya dan kondisi evakuasi sedang dipersiapkan. “Ini masih jauh dari selesai, masih aktif dengan hanya 30% penahanannya. Lalu pagi ini terjadi kebakaran lagi, juga sangat dekat dengan kami,” tambahnya.
Meskipun situasi genting, Agnes menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi baik, namun meminta maaf karena belum bisa membalas pesan yang masuk dari orang-orang yang mengkhawatirkan keselamatannya. Ia tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait kondisi rumahnya, namun mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya bersiap untuk mengungsi.
“Tolong jaga kami dalam doamu. Kami baik-baik saja untuk saat ini, tapi maaf jika saya tidak bisa membalas semuanya satu per satu, kami punya prioritas lain untuk fokus saat ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya,” tulis Agnes.
Kebakaran hutan besar ini melanda wilayah Los Angeles, California Selatan, sejak 7 Januari 2025. Angin kencang dengan kecepatan hingga 160 km/jam memicu kebakaran di delapan titik, termasuk Palisades, Eaton, Hurst, Lidia, Sunset, Olivas, Woodley, dan Kenneth. Hingga saat ini, kebakaran ini telah menyebabkan 10 korban jiwa dan hampir 180.000 orang terpaksa mengungsi. Upaya pemadaman terus berlangsung, meskipun kondisi cuaca yang tidak mendukung.