MEDAN – Kamelia, orangtua siswa yang dihukum untuk belajar di lantai oleh guru, mengungkapkan bahwa dirinya ditantang untuk memviralkan kasus tersebut.
Peristiwa yang sempat viral itu mendorong Kamelia untuk mempertimbangkan memindahkan anaknya dari sekolah, meski uang sekolah yang tertunggak sudah dibayar oleh relawan. Keputusan tersebut diambil karena anaknya mengalami trauma akibat hukuman tersebut.
Kamelia, ibu dari siswa kelas 4 SD Swasta Abdi Sukma di Medan, turut hadir dalam mediasi yang diadakan oleh pihak yayasan dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak berniat untuk memviralkan kejadian tersebut, namun mengaku bahwa dia justru ditantang oleh wali kelas anaknya untuk melakukannya.
Pihak yayasan dan BPMP Sumut merekomendasikan agar kedua pihak saling berdamai dan memaafkan. Meskipun setuju untuk berdamai, Kamelia menyatakan bahwa ia berniat memindahkan anaknya ke sekolah lain karena anaknya merasa takut dan trauma.
“Saya mau pindahkan sekolah anak saya karena dia trauma,” ujar Kamelia, Sabtu (11/1) dilansir dair okezone.
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan seorang siswa SD belajar di lantai karena menunggak uang SPP dan tidak mengambil rapor viral di media sosial. Rencananya, ombudsman akan memanggil pihak sekolah dan orangtua siswa pada Senin mendatang untuk menindaklanjuti kasus ini.