MANADO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan menurunkan status Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
“Berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas vulkanik Gunung Karangetang diturunkan dari Siaga menjadi Waspada terhitung sejak 11 Januari 2025 pukul 18.00 WITA,” ungkap Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid AN, dalam laporan yang diterima di Manado, Minggu (12/1).
Dalam laporan yang dibagikan melalui grup percakapan “Info Gunung Api Sitaro,” masyarakat diminta untuk tetap mengikuti rekomendasi yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM. Pada status Waspada, warga, pengunjung, wisatawan, atau pendaki dilarang mendekati kawasan dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta 2,5 kilometer pada arah barat daya dan selatan.
Muhammad Wafid juga mengimbau masyarakat sekitar Gunung Karangetang untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi gangguan pernapasan akibat hujan abu.
Pemantauan aktivitas gunung berapi ini akan tetap dilakukan secara intensif oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Gunung Karangetang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar tentang erupsi Gunung Karangetang, serta selalu mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro,” katanya, dilansir dari Antara.
Dia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan Pos PGA Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Kepulauan Sitaro, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Informasi lebih lanjut mengenai aktivitas vulkanik Gunung Karangetang dapat diakses melalui website Badan Geologi di https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG di https://vsi.esdm.go.id, media sosial PVMBG, atau melalui aplikasi Magma Indonesia.
Tingkat aktivitas Gunung Karangetang akan terus dievaluasi secara berkala, atau jika ada perubahan signifikan dalam aktivitasnya. Jika tidak ada perubahan, status aktivitas akan tetap sama hingga evaluasi berikutnya. Sebelumnya, pada awal November 2024, status gunung ini dinaikkan menjadi Siaga setelah terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan.