JAKARTA – Kawanan lumba-lumba baru-baru ini terlihat muncul di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kemunculan mamalia laut ini sebenarnya bukan kejadian pertama kali dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa kemunculan lumba-lumba di perairan Kepulauan Seribu menjadi fenomena yang semakin sering terjadi. Bahkan, kawanan lumba-lumba kini terlihat lebih dekat dengan pulau-pulau yang dihuni manusia, seperti Pulau Pramuka.
“Beberapa waktu terakhir, lumba-lumba memang sering terlihat, kadang di perairan yang cukup dekat dengan Pulau Pramuka, pulau yang dihuni masyarakat,” ujar Asep dalam keterangannya pada Minggu (12/1), dikutip dari Republika.
Asep menjelaskan bahwa sebelumnya lumba-lumba lebih sering ditemukan di laut lepas, jauh dari daratan. Namun, kini kemunculannya semakin dekat dengan pulau-pulau di Kepulauan Seribu.
“Kehadiran mereka tentu menjadi kabar baik, karena ini mengindikasikan adanya perbaikan kualitas lingkungan perairan di Kepulauan Seribu,” tambahnya.
Menurut Asep, lumba-lumba adalah satwa yang sangat peka terhadap kondisi lingkungan. Kehadiran mereka di sekitar Kepulauan Seribu bisa diartikan sebagai pertanda positif bagi kualitas perairan di kawasan tersebut.
“Lumba-lumba tidak akan mendekat ke perairan yang tercemar atau berbahaya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa upaya perbaikan lingkungan laut yang dilakukan, seperti pengelolaan sampah dan pembersihan perairan, mulai membuahkan hasil. Ini merupakan indikator positif,” jelasnya.
Asep berharap fenomena ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan laut demi keberlanjutan ekosistem. Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan laut memerlukan upaya bersama agar generasi mendatang dapat terus menikmati keindahan dan kekayaan alam Kepulauan Seribu.
“Melindungi lingkungan laut tidak hanya berdampak pada keberlanjutan ekosistem, tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan dan kekayaan alam Kepulauan Seribu,” pungkas Asep.