LOS ANGELES – Kebakaran hebat yang melanda wilayah Los Angeles, California, Amerika Serikat, terus meluas tanpa tanda-tanda akan padam. Wakil Kepala Cal Fire, Brice Bennet, menyatakan bahwa hanya campur tangan alam lah yang dapat membantu memadamkan kobaran api.
“Kami butuh alam untuk memberi kami jeda,” ujar Bennet, menggambarkan betapa sulitnya menghentikan kebakaran yang kini telah merusak wilayah Palisades dan Eaton.
Lebih dari 15.000 personel pemadam kebakaran telah dikerahkan, namun upaya mereka terbentur kondisi yang semakin parah. Menurut Benet, timnya sudah bekerja maksimal, tetapi angin dan hujan adalah elemen kunci untuk meredakan situasi.
Joe Ten Eyck, Koordinator Program Kebakaran Hutan dari Asosiasi Pemadam Kebakaran Internasional, turut menyoroti peran cuaca dalam penanganan kebakaran ini.
“Cuaca memainkan peran penting dalam semua ini karena mereka telah berada dalam kebakaran kritis begitu lama,” ungkapnya.
Kondisi semakin diperburuk oleh angin Santa Ana, yang diprediksi akan kembali melanda wilayah tersebut dalam 10 hari ke depan.
“Meskipun ada kemajuan di beberapa area, mereka harus bersiap menghadapi peringatan cuaca kebakaran lagi karena angin Santa Ana diperkirakan kembali tanpa adanya presipitasi,” jelas Ten Eyck.
Sebagai informasi, kebakaran dahsyat ini telah menghancurkan lebih dari 40.000 hektare lahan di Greater Los Angeles dan meratakan sekitar 12.300 bangunan.
Hampir 100.000 warga terpaksa mengungsi, sementara korban jiwa mencapai 24 orang setelah sepekan kebakaran berlangsung.
Adapun kerugian akibat bencana ini diperkirakan telah mencapai 250 hingga 275 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.000 triliun hingga Rp4.469 triliun dalam rupiah.