PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas Pertamina, berkomitmen mendukung SMPN 34 Depok untuk menjadi Sekolah Energi Berdikari (SEB), sebuah langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan energi bersih. Kolaborasi ini sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina di bidang pendidikan.
Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN, menjelaskan, “SEB adalah solusi perusahaan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda SMPN 34 Depok mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengenalkan konsep Energi Baru Terbarukan (EBT), dan mitigasi perubahan iklim. Program ini juga mendukung SMPN 34 Depok dalam meraih predikat Sekolah Adiwiyata.”
Sebagai bagian dari program TJSL Gerbang Ciliwung, PGN menyerahkan bantuan berupa sistem panel surya berkapasitas 3,3 kW yang dilengkapi dengan battery storage 5 kWh. Panel surya ini akan digunakan untuk mendukung operasional kantin dan sistem hidroponik di sekolah. Fajriyah menambahkan, “Penggunaan panel surya diperkirakan dapat menghemat biaya listrik hingga 6,8 juta rupiah per tahun dan mengurangi emisi karbon sekitar 3,82 ton CO2 per tahun.”
Selain itu, sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, dilakukan penanaman bibit pohon di area sekolah, serta kompetisi daur ulang sampah melalui Upcycling Expo, yang mendorong kreativitas siswa dalam pengelolaan sampah. Workshop dengan berbagai tema juga digelar, membahas topik seperti pengelolaan limbah rumah tangga, isu lingkungan, dan manfaat penggunaan panel surya.
Program SEB di SMPN 34 Depok diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa. “PGN berkomitmen mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam hal pendidikan berkualitas (SDG 4),” tutup Fajriyah.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa Program SEB di sekolah menengah bertujuan untuk memberikan edukasi tentang keberlanjutan, terutama mengenai pengelolaan lingkungan dan energi hijau kepada generasi muda. “Mereka akan menjadi penerus pembangunan negeri, dan sangat penting untuk memberi mereka pendidikan mengenai energi hijau dan pengelolaan lingkungan sejak dini,” ujar Fadjar.
