SUMSEL – Sebuah penemuan bersejarah kembali mengguncang Palembang. Prasasti kedua yang mengungkapkan jejak sejarah pendirian dan peresmian Kantor Ledeng, yang kini berfungsi sebagai Kantor Wali Kota, kembali ditemukan. Penemuan ini berkat kerja sama antara tim Pusat Kajian Sejarah Sumatra Selatan (Puskass) dan perwakilan dari Pemerintah Kota Palembang.
Prasasti peninggalan Belanda ini ditemukan pada Rabu (15/1) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB, tepat di sisi kanan pintu masuk Kantor Ledeng. Sebelumnya, prasasti pertama ditemukan di sisi kiri pintu masuk kantor yang terletak di Jalan Merdeka. Penemuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melestarikan warisan sejarah yang kaya di kota ini.
Sejarahwan Palembang, Kemas Ari Panji, yang turut serta dalam penemuan tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kami berhasil menemukan prasasti yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah Kantor Ledeng,” ujarnya. “Temuan ini sangat berarti, karena ini membuktikan bahwa situs bersejarah ini masih menyimpan banyak cerita penting,” lanjutnya.
Prasasti yang ditemukan pada Rabu pagi tersebut mengandung narasi dalam bahasa Belanda yang menjadi bukti otentik terkait peletakan batu pertama pembangunan Kantor Wali Kota Palembang pada masa pemerintahan kolonial Belanda. “Kami akan melakukan kajian lebih mendalam terhadap teks yang terukir di prasasti ini, yang jelas berkaitan dengan sejarah bangunan ini,” ujar Panji.
Penemuan ini melanjutkan temuan sebelumnya pada November 2024, di mana prasasti pertama ditemukan secara tidak sengaja. Ketika seorang tukang sedang membobok tembok untuk memasang replika prasasti, dia justru menemukan prasasti asli yang terkubur di balik dinding. Prasasti pertama ini terbuat dari batu granit dan memiliki tinggi sekitar dua meter, dengan tulisan Belanda yang menjelaskan tentang sejarah pembangunan gedung yang kini dikenal sebagai Kantor Ledeng. Prasasti ini juga mengungkapkan nama Ir. S. Snuijf, arsitek Belanda yang merancang bangunan bersejarah tersebut.
Pemerintah Kota Palembang dan tim Puskass berkomitmen untuk terus melestarikan peninggalan sejarah ini, agar generasi mendatang dapat lebih memahami dan menghargai nilai sejarah yang ada di kota ini.