DEPOK – Seorang pemuda di Depok jadi bulan-bulan warga setelah melontarkan kata-kata “Tuhan Tak Adil”. Pria naas itu babak belur dihujani bogem mentah.
Pria berinisial MB dihajar lantaran dianggap warga sekitar telah menistakan agama. Kejadian ini berawal saat korban mengisi daya ponselnya di sebuah warung dimsum pada Sabtu malam lalu.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan korban datang ke warung dimsum tersebut untuk mengecas handphone (HP) miliknya yang low battery.
“Korban meminta izin untuk mengecas HP di warung dimsum karena baterainya habis,” jelas Ade Ary, Minggu (16/2/2025).
Namun, situasi berubah drastis saat korban mengeluarkan kalimat kontroversial, “Kenapa ya Tuhan nggak adil, padahal ada Allah, tapi kenapa banyak kejahatan di dunia ini.” Ucapan ini didengar oleh sejumlah orang di tempat kejadian yang langsung menanggapinya sebagai bentuk penistaan agama.
“Pelaku yang mendengar ucapan korban menganggap itu sebagai penistaan agama. Seketika, mereka yang berjumlah lebih dari satu orang langsung memukuli korban,” lanjut Ade Ary.
Korban Menderita Luka-luka
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka serius di bagian wajah dan kepala, termasuk bibir pecah dan berdarah. Setelah kejadian, korban melaporkan penganiayaan ini ke Polres Metro Depok untuk meminta keadilan.
Kronologi dan Dampak Kejadian
Kejadian ini menyoroti pentingnya menjaga toleransi dan menghindari ucapan yang bisa memicu konflik, terutama di ruang publik. Meski demikian, tindakan kekerasan seperti pengeroyokan tentu tidak bisa dibenarkan.
Korban, yang awalnya hanya berniat mengisi daya ponsel, harus menanggung luka fisik dan trauma akibat insiden ini. Pihak kepolisian kini sedang menyelidiki kasus ini lebih lanjut untuk memastikan proses hukum berjalan adil.