JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencanya terkait memasukkan materi wajib militer ke dalam kurikulum SMA.
Menurut Dedi, wacana wajib militer tersebut akan dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya penanganan geng motor dan premanisme di wilayahnya.
Adapun dalam penerapannya, nantinya individu yang tertangkap akibat balapan liar, terlibat dalam geng motor, atau bentrokan antarpemuda dan pelajar akan dimasukkan ke dalam program wajib militer.
“Rencananya mereka yang tertangkap karena balapan liar di jalan, kemudian terlibat geng motor, perkelahian antarpemuda (atau) antarsiswa, kita akan masukin wajib militer dan saya berencana akan memasukkan kurikulum wajib militer ke pendidikan SMA untuk pembentukan karakter bela negara,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai pelantikan kepala daerah pada Kamis (20/2/2025). Pernyataannya itu juga disiarkan melalui kanal YouTube Gubernur Jabar dan dikutip pada Jumat (21/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyebutkan bahwa dirinya telah memiliki alokasi yang lumayan untuk menjalankan rencananya tersebut.
Selain itu, Dedi menegaskan pihaknya akan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk merealisasikan program ini.
“Saya akan kerja sama dengan Kodam dan Polda Jabar,” imbuhnya.