LABUAN BAJO – Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi pada hari Rabu (5/3/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, melaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 10.57 Wita dan erupsi kedua pada pukul 12.08 Wita.
Pada erupsi pertama, meski tinggi kolom abu tidak teramati, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 8 detik. Sementara itu, pada erupsi kedua, kolom abu juga tidak terlihat, tetapi terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi 1 menit 6 detik.
Selain itu, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa dalam periode pengamatan pukul 12.00 Wita hingga 18.00 Wita, tercatat enam kali gempa hembusan dengan amplitudo antara 4,4 mm hingga 14,8 mm dan durasi 44 hingga 134 detik. Juga tercatat satu gempa harmonik dengan amplitudo 7,4 mm dan durasi 46 detik, serta satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 47,3 mm, S-P 16,8 detik, dan durasi 109 detik.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Status Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan sektoral barat daya hingga timur laut sejauh 6 km. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga sekitar gunung juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, jika terjadi hujan lebat. Daerah yang berisiko tinggi antara lain Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Bagi yang terdampak hujan abu, diharapkan memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari risiko kesehatan akibat abu vulkanik.