JAKARTA – Seorang pria berkacamata dan mengenakan peci hitam tampak sigap menumbuk kenari untuk dijadikan sambal khas Maluku. Setelah selesai, ia dengan senang hati memperagakan cara menikmati sambal kenari, yang juga cocok sebagai pelengkap pisang goreng.
Ternyata, cara menikmati sambal ini telah menjadi favorit Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Selama masa tugasnya di Indonesia, ia sering mengunjungi berbagai daerah untuk menikmati makanan pedas khas Indonesia, terutama sambal.
Selain menikmati kuliner pedas, Jermey juga kerap ikut serta dalam proses pembuatan makanan tradisional di setiap tempat yang dikunjunginya, berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Ia mengakui sudah menjadi bagian dari budaya lokal yang mencintai sambal, dan melihat setiap daerah memiliki sambal khas yang berbeda. “Ini adalah cara luar biasa untuk berinteraksi, memahami budaya, dan lebih mengenal Indonesia,” ujarnya, dilansir dari MI, Jumat (7/3/2025).
Jermey menambahkan, di setiap daerah yang ia kunjungi, seperti Banda Aceh, Bali, Lombok, Jawa, atau Maluku, ia selalu mencoba sambal khas daerah tersebut. Dari berbagai sambal yang sudah ia cicipi, sambal rujak yang dinikmatinya bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tetap membekas di ingatannya. “Sambal terasi juga merupakan sambal favorit saya,” kata Jermey.
Perjalanan diplomasi kuliner sambal Jermey dimulai sejak pertama kali datang ke Indonesia 25 tahun lalu. “Saya berkomitmen untuk mencoba sambal baru di setiap tempat yang saya kunjungi,” tambahnya. Semangatnya untuk mengeksplorasi sambal semakin besar, karena Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau menawarkan beragam varian sambal. “Jika ada sambal di sana, saya pasti akan mencobanya,” ujarnya.
Jermey menganggap menyantap sambal adalah cara terbaik untuk mengenal Indonesia lebih dekat, serta cara menyenangkan untuk bertemu dan berbicara dengan orang-orang dari berbagai wilayah. “Semua orang senang berbicara tentang sambal mereka. Ini adalah bentuk diplomasi kuliner yang menyenangkan,” imbuhnya.
Pada acara Iftar, Jermey berkesempatan membuat sambal kenari Maluku bersama Meiliati Batubara dari NUSA Gastronomy. “Saya pernah makan kacang kenari, tapi belum pernah mencobanya sebagai sambal,” ujar Jermey.
Dalam kesempatan tersebut, Jermey juga belajar bahwa sambal khas Maluku tidak diulek seperti sambal pada umumnya, melainkan harus ditumbuk. Antusiasme Jermey pun tampak saat menumbuk sambal dengan penuh semangat, berusaha mendapatkan rasa yang autentik.
“Acara buka puasa ini sangat istimewa. Kita merayakannya dengan persahabatan dan berbagi takjil dengan sesama di bulan suci ini,” tutup Jermey.