Salah satu amalan yang sebaiknya tidak ditinggalkan di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Sebab, salat tarawih adalah shalat sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan.
- Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
- Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri Di Rumah
- Tata Cara Shalat Tarawih di Rumah
- 1. Niat Shalat Tarawih
- 2. Takbiratul Ihram
- 3. Membaca Doa Iftitah
- 4. Membaca Al-Fatihah
- 5. Membaca Surat Pendek
- 6. Rukuk, I’tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud
- 7. Tasyahud Akhir dan Salam
- 8. Mengulang Shalat Tarawih
- 9. Membaca Doa Setelah Shalat
- 10. Melaksanakan Shalat Witir
- Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih di Rumah
Tarawih adalah salah satu sholat sunnah yang hanya bisa dikerjakan di bulan Ramadhan. Biasanya, umat Islam mengerjakannya secara berjemaah.
Namun, sebagaimana islam tidak pernah menyulitkan umatnya unttuk beribadah, sholat ini juga bisa dilaksanakan sendiri atau munfarid di rumah.
Niat dan tata cara sholat tarawih sendiri di rumah pun tidak jauh berbeda dengan pengerjaan secara berjemaah.
Adapun tuntunan mengerjakan sholat tarawih terdapat di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Jamaah berikut ini.
“Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan shalat pada malam bulan Ramadhan, tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda: ‘Barangsiapa yang bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.'” (HR Jamaah)
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Ada banyak pendapat di antara ulama mengenai jumlah shalat tarawih. Akan tetapi ada dua pendapat yang umum dianut oleh muslim di Indonesia.
Pendapat yang pertama bahwa jumlah shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 8 rakaat dan dilanjutkan dengan witir 3 rakaat, sehingga menjadi 11 rakaat. Adapun cara shalat tarawih 8 rakaat ini dilakukan dengan cara empat rakaat salam, empat rakaat salam, tanpa tahiyat awal. Kemudian dilanjutkan dengan salat witir 3 rakaat.
Pendapat yang kedua mengatakan bahwa shalat tarawih dilaksanakan sebanya 20 rakaat yang dilanjutkan oleh witir 3 rakaat sehingga jumlah pelaksanaannya menjadi 23 rakaat. Sedangkan untuk shalat tarawih 20 rakaat dilakukan dengan cara dua rakaat salam, dua rakaat salam, begitu seterusnya sampai 20 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan shalat witir 3 rakaat.
Secara umum, cara shalat tarawih sendiri dan berjamaah sebenarnya sama saja. Hal yang paling membedakan cara shalat tarawih sendiri dan shalat tarawih berjamaah adalah bacaan niatnya.
Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri Di Rumah
Perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat shalat tarawih telah lama menjadi bagian dari diskusi di kalangan ulama.
Di Indonesia, terdapat dua pandangan utama yang umum dianut oleh umat Islam dalam menjalankan shalat tarawih di rumah.
Pendapat pertama menyatakan bahwa shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 8 rakaat, yang kemudian diakhiri dengan shalat witir 3 rakaat, sehingga totalnya menjadi 11 rakaat.
Tata cara pelaksanaannya dilakukan dalam format empat rakaat satu salam, lalu dilanjutkan dengan empat rakaat satu salam, tanpa tahiyat awal. Setelah itu, shalat witir dikerjakan dalam tiga rakaat.
Sementara itu, pendapat kedua menyebutkan bahwa shalat tarawih dapat dilakukan sebanyak 20 rakaat yang dilanjutkan dengan witir 3 rakaat, sehingga total menjadi 23 rakaat.
Dalam metode ini, shalat tarawih dikerjakan dengan pola dua rakaat satu salam hingga mencapai 20 rakaat, kemudian diakhiri dengan shalat witir 3 rakaat.
Baik shalat tarawih sendiri di rumah maupun secara berjamaah pada dasarnya memiliki tata cara yang sama. Perbedaannya terletak pada bacaan niat yang disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan shalat.
Tata Cara Shalat Tarawih di Rumah
Berikut ini adalah niat dan tata cara shalat tarawih sendiri di rumah:
1. Niat Shalat Tarawih
Niat shalat tarawih cukup dilakukan di dalam hati, namun bagi yang terbiasa melafalkannya, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat-tarāwīḥi rak’ataini lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga (bagi laki-laki) atau bahu (bagi perempuan) sambil mengucapkan “Allahu Akbar.”
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbir, membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat pada umumnya.
4. Membaca Al-Fatihah
Setiap rakaat diawali dengan membaca surat Al-Fatihah, yang merupakan rukun shalat.
5. Membaca Surat Pendek
Untuk bacaan surat pendek ini, dari malam pertama hingga pertengahan Ramadhan, pada rakaat pertama dianjurkan membaca salah satu dari surat berikut secara berurutan setiap malamnya:
- Surat At-Takatsur (QS. 102)
- Surat Al-‘Ashr (QS. 103)
- Surat Al-Fiil (QS. 105)
- Surat Al-Quraisy (QS. 106)
- Surat Al-Ma’un (QS. 107)
- Surat Al-Kautsar (QS. 108)
- Surat Al-Kafirun (QS. 109)
- Surat An-Nasr (QS. 110)
- Surat Al-Lahab (QS. 111)
Sementara pada rakaat kedua, dianjurkan untuk membaca salah satu dari surat berikut secara berurutan setiap malamnya:
- Surat At-Takatsur (QS. 102)
- Surat Al-‘Ashr (QS. 103)
- Surat Al-Fiil (QS. 105)
- Surat Al-Quraisy (QS. 106)
- Surat Al-Ma’un (QS. 107)
- Surat Al-Kautsar (QS. 108)
- Surat Al-Kafirun (QS. 109)
- Surat An-Nasr (QS. 110)
- Surat Al-Lahab (QS. 111)
6. Rukuk, I’tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah membaca surat pendek, lakukan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud sebagaimana dalam shalat lainnya. Adapun untuk bacaannya sama seperti pada shalat wajib biasanya.
7. Tasyahud Akhir dan Salam
Setelah menyelesaikan rakaat kedua, lakukan tasyahud akhir dan akhiri dengan salam ke kanan dan kiri.
8. Mengulang Shalat Tarawih
Shalat tarawih dilakukan dengan pola dua rakaat satu salam hingga jumlah yang diinginkan, yaitu 8 atau 20 rakaat.
9. Membaca Doa Setelah Shalat
Selesai shalat tarawih, dianjurkan membaca doa khusus untuk memohon ampunan dan keberkahan di bulan Ramadan.
Berikut in adalah bacaannya:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَالِدَيْنَا وَعَنْ جَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ والْمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma inná nas-aluka ridhaka wal jannata wa na’ūdzu bika min sakhathika wan nári, Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annå wa walidaina wa ‘an jami’il muslimina wal muslimáti birahmatika ya arhamar rahimina.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka ampunan, maka ampunilah kami, dan ampunilah ibu bapak kami, serta semua kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Penyayang.
10. Melaksanakan Shalat Witir
Shalat witir dilakukan setelah tarawih dengan jumlah rakaat ganjil, biasanya 3 rakaat.
Anjuran ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشَرَةَ رَكْعَةً
Artinya: “Rasulullah SAW tidak pernah menambah shalat sunnahnya pada waktu malam, baik ketika bulan Ramadhan maupun lainnya, lebih dari sebelas rakaat.” (HR Jama’ah selain Tirmidzi).
Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih di Rumah
Shalat tarawih dapat dilakukan setelah shalat isya dan berlangsung hingga sebelum waktu subuh.
Meskipun bisa dilakukan kapan saja dalam rentang waktu tersebut, umat Islam umumnya mengerjakannya setelah shalat isya secara berjamaah di masjid.
Namun, bagi yang memilih shalat tarawih di rumah, pelaksanaannya tetap dianjurkan untuk dilakukan dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa agar memperoleh keutamaan pahala di bulan suci Ramadan.