JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjadi salah satu pembicara kunci dalam 93rd Ottawa Conference 2025. Acara bergengsi ini berlangsung selama dua hari, mulai 5 hingga 6 Maret 2025, di Fairmont Chateau Laurier Hotel, Ottawa, Ontario, Kanada.
Konferensi ini menghadirkan para pemimpin dan pakar pertahanan global, termasuk Vice Amiral Hervé Hamelin (Deputy Chief of Defence for International Relations, Ministère des Armées, Prancis), Mr. Chongdae Won (Acting Deputy Minister for Military Force Policy, Ministry of National Defence, Korea Selatan), dan Vina Nadjibulla (Vice-President, Research & Strategy, Asia Pacific Foundation of Canada).
Tantangan Keamanan Maritim di Kawasan Indo-Pasifik
Dalam panel diskusi bertema “Challenges and Readiness in the Indo-Pacific”, Laksamana Ali menyoroti kompleksitas tantangan keamanan maritim yang dihadapi kawasan Indo-Pasifik.
Menurutnya, kawasan ini tengah menghadapi ancaman serius seperti, perampokan bersenjata di laut, pencurian sumber daya laut, penangkapan ikan ilegal, penyelundupan narkoba dan manusia (perdagangan orang).
“TNI AL terus memodernisasi dan membangun organisasi guna memperkuat stabilitas keamanan maritim, termasuk peningkatan kesiapan tempur dan perluasan penegakan hukum serta bantuan kemanusiaan,” tegas Kasal.
Strategi TNI AL dalam Menjaga Stabilitas Kawasan
Untuk mengatasi tantangan tersebut, TNI AL mengedepankan beberapa strategi utama, di antaranya:
- Memperkuat kerja sama pertahanan melalui mekanisme multilateral.
- Meningkatkan kesiapan operasional untuk menghadapi ancaman maritim.
- Memperluas peran penegakan hukum dan bantuan kemanusiaan di perairan internasional.
KSAL menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam forum internasional seperti Ottawa Conference 2025 merupakan kesempatan berharga untuk berbagi perspektif dan solusi dalam menghadapi tantangan keamanan maritim global.
Kolaborasi Internasional Kunci Keamanan Maritim
Kerja sama internasional menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik.
TNI AL terus berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra guna menciptakan lingkungan maritim yang aman dan stabil.
Dengan menghadiri konferensi ini, Kasal tidak hanya membawa suara Indonesia tetapi juga memperkuat posisi negara dalam percaturan keamanan maritim global.