JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025.
Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah dengan menyediakan hotline 110 yang siap diakses oleh pemudik selama 24 jam.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi hotline tersebut jika membutuhkan bantuan saat di perjalanan.
“Untuk pelayanan terhadap masyarakat yang melaksanakan mudik, kita mensosialisasikan layanan hotline 110,” ujar Jenderal Sigit seusai rapat koordinasi persiapan mudik Lebaran 2025, Senin (10/03/25).
Layanan ini memungkinkan masyarakat melaporkan berbagai kendala, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kemacetan, kehilangan barang, hingga tindak kriminal yang dapat mengganggu perjalanan mudik.
Dengan adanya fasilitas ini, Polri berharap keamanan dan kenyamanan pemudik semakin terjamin.
Ribuan Posko
Guna memastikan arus mudik berjalan lancar, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2025, yang dibagi menjadi dua periode berdasarkan wilayah operasi.
Untuk rute Lampung hingga Bali, operasi ini akan berlangsung selama 17 hari, sedangkan di 28 Polda lainnya akan diselenggarakan selama 14 hari.
Dalam operasi ini, Polri akan mendirikan 2.835 posko yang terdiri dari:
– 1.738 Pos Pengamanan (Pospam)
– 788 Pos Pelayanan (Posyan)
– 309 Pos Terpadu
Selain itu, ada 126.736 obyek pengamanan yang akan dijaga, termasuk titik-titik rawan kecelakaan, pusat keramaian, serta lokasi wisata yang diprediksi akan dipadati pemudik saat libur Lebaran.
Dengan kesiapan ini, Polri ingin memastikan setiap aspek perjalanan mudik berlangsung dengan aman dan terkendali.
Diskon Tarif Tol
Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan mengurangi kemacetan selama arus mudik dan balik.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah diskon tarif tol sebesar 20% di beberapa ruas tol tertentu.
“Ini semua dimaksud agar masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman dan lancar,” ungkap Kapolri Listyo.
Rekayasa Lalu Lintas
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan secara situasional, antara lain:
* Sistem One Way (Satu Arah): Akan diberlakukan di jalur-jalur utama untuk mengurai kepadatan kendaraan.
*Pembatasan Kendaraan Berat: Kendaraan sumbu tiga ke atas akan dibatasi pergerakannya, kecuali untuk pengangkut bahan baku dan BBM.
Dengan strategi ini, Polri berharap perjalanan pemudik dapat lebih lancar dan waktu tempuh menjadi lebih efisien.
Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan, Polri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28 hingga 30 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 5 hingga 7 April 2025.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan lalu lintas.***