JAKARTA – Aktris asal Korea Selatan, Han Ga In memutuskan untuk menghentikan sementara unggahan di kanal YouTube miliknya sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban kebakaran hutan.
Pada Kamis (27/03/2025) , Han Ga In menyampaikan di kanal YouTube-nya, “Freedom Lady Han Ga-in,” “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada mereka yang terdampak kebakaran hutan di Ulsan, Gyeongnam, dan Gyeongbuk.”
Ia melanjutkan, “Dengan rasa berduka, kami memutuskan untuk tidak mengunggah video ‘Liberty Lady Han Ga-in’ minggu ini,” dikutip dari MK.CO.
Han Ga In juga mengungkapkan bahwa ia telah mendonasikan seluruh pendapatan dari jumlah tayangan sejak kanal YouTube-nya dibuka, atas namanya dan juga para korban kebakaran hutan.
“Saya berharap donasi ini bisa membantu mereka yang terdampak. Saya juga akan sangat menghargai jika orang-orang menganggap donasi ini diberikan oleh Ferrari.”
Dalam foto yang dirilis, terlihat bahwa 50 juta won telah disumbangkan kepada Asosiasi Bantuan Bencana Nasional.
Terakhir, ia menyampaikan, “Sangat disayangkan bahwa kebakaran hutan sulit dipadamkan akibat cuaca kering dan angin kencang.
Saya berharap api bisa segera padam dan saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang bekerja siang dan malam untuk mencegah penyebaran kerusakan lebih lanjut.”
Sementara itu, jumlah korban akibat “insiden kebakaran hutan” terus meningkat, dengan total korban mencapai 59 orang, termasuk dua orang yang mengalami luka-luka.
Kebakaran Hebat
Seperti diketahui, kebakaran hutan besar melanda Korea Selatan, khususnya di wilayah tenggara seperti Sancheong dan Uiseong, sejak 21 Maret 2025.
Bencana ini, yang diperparah oleh angin kencang dan kondisi kering, telah menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk petugas pemadam dan pilot helikopter, serta melukai puluhan lainnya.
Lebih dari 36.000 hektar hutan terbakar, menghancurkan ratusan bangunan, termasuk kuil Buddha bersejarah berusia 1.300 tahun.
Pemerintah mengerahkan ribuan petugas pemadam, tentara, dan puluhan helikopter untuk memadamkan api, sementara 27.000 warga terpaksa mengungsi.
Korea Selatan menetapkan status bencana nasional untuk menangani salah satu kebakaran terburuk dalam sejarah negara itu.***