JAKARTA – Upaya pencarian dan penyelamatan di Myanmar terus berlanjut hingga Jumat, tepat satu minggu setelah gempa bumi yang menghancurkan wilayah tengah negara tersebut. Gempa yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dan terluka ini telah meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 3.145 orang, sementara 4.589 lainnya mengalami luka-luka dan 221 orang masih dinyatakan hilang, demikian dilaporkan Xinhua News.
Otoritas Myanmar juga mencatat 66 gempa susulan sejak kejadian utama, dengan kekuatan bervariasi antara 2,8 hingga 7,5 pada skala Richter. Mandalay tercatat sebagai wilayah yang paling parah terdampak, dengan 2.053 korban tewas dan 2.691 orang terluka. Ibu kota Nay Pyi Taw melaporkan 511 kematian dan 842 cedera.
Di Thailand, sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas dan 70 orang lainnya masih hilang akibat runtuhnya sebuah gedung pencakar langit yang sedang dalam proses pembangunan, yang juga terdampak gempa.
Gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 6,4 skala Richter yang terjadi Jumat lalu mengguncang wilayah tengah Myanmar yang dihuni oleh sekitar 28 juta orang. Dampaknya, bangunan hancur dan masyarakat menghadapi kekurangan pasokan makanan, air, serta tempat berlindung.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengumumkan rencana untuk mengirimkan koordinator bantuan kemanusiaan dan utusan khusus ke Myanmar. Ia juga mendesak agar solusi politik dapat diselesaikan untuk mengakhiri konflik internal yang sedang berlangsung. “Solusi ini harus mencakup jalur untuk pemulangan Rohingya dari Bangladesh yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Guterres dalam pesan video. Ia menambahkan bahwa PBB akan terus mendukung rakyat Myanmar di tengah masa sulit ini.