JAKARTA – Striker andalan Bayern Muenchen, Harry Kane, menegaskan bahwa timnya harus bersiap menghadapi laga yang sangat menantang saat melawan Inter Milan dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2024/2025.
Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (17/4) dini hari WIB.
Bayern datang ke Milan dalam posisi tertinggal agregat 1-2 dari tuan rumah Inter.
Kekalahan tipis di leg pertama membuat raksasa Bundesliga ini wajib menang dengan selisih dua gol jika ingin mengamankan tiket ke babak semifinal Liga Champions dan menantang Barcelona yang sudah menunggu di fase berikutnya.
“Di babak perempat final Liga Champions, anda berharap untuk berhadapan dengan tim hebat. Kami memprediksi laga yang berat, kita lihat saja bagaimana itu berjalan,” kata Kane di situs resmi UEFA pada Rabu.
Inter Jadi Ancaman Serius
Menurut Kane, Inter Milan bukan lawan sembarangan. Ia menyoroti betapa berimbangnya permainan wakil Serie A tersebut, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Dalam laga pertama, Inter tampil efisien memanfaatkan celah pertahanan Bayern, khususnya saat melakukan transisi cepat ke serangan balik.
“Inter adalah tim hebat, baik saat menyerang dan bertahan. Mereka menyebabkan masalah untuk kami ketika transisi, terutama pada serangan balik dan barisan pemain tengah yang bagus saat menguasai bola,” ucap Kane.
Catatan impresif Inter di kompetisi musim ini turut menjadi bukti kualitas mereka.
Dari 11 pertandingan Liga Champions yang telah dijalani, skuad asuhan Simone Inzaghi mengoleksi sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah.
Performa solid ini menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Bayern Dituntut Tampil Sempurna
Dengan beban defisit agregat 1-2, Bayern dituntut bermain sempurna di markas lawan.
Tekanan tinggi tak hanya datang dari lawan yang tangguh, tetapi juga dari harapan publik Jerman yang mendambakan kebangkitan Die Roten di panggung Eropa setelah musim domestik yang kurang konsisten.
Harry Kane yang menjadi mesin gol Bayern musim ini tentu menjadi harapan utama.
Namun, ia menyadari bahwa kemenangan tak hanya bertumpu pada satu pemain. Dibutuhkan kekompakan, disiplin taktik, dan mental baja untuk membalikkan keadaan di kandang lawan.
Jika Bayern berhasil membalikkan agregat, maka mereka akan melenggang ke semifinal dan menantang Barcelona dalam laga klasik yang sarat gengsi.
Namun jika tidak, Inter akan melanjutkan langkah mereka sebagai wakil Italia tersisa di kompetisi elit Benua Biru.***