BOGOR — Semangat baru meluap dari Imran Wally Rahakbau, Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Maluku, setelah menerima pengarahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Momen tersebut terjadi dalam pertemuan nasional yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Sabtu (3/5/2025), bersama para SPPI dan personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ini adalah pertemuan kelima saya dengan Presiden dan mendapatkan arahan langsung. Saya berasal dari keluarga sederhana, dan semakin semangat untuk memastikan program ini bisa dirasakan secara merata, terutama agar anak-anak semakin semangat sekolah, khususnya dalam hal gizi,” ujar Imran.
Salah satu momen yang sangat mengharukan bagi Imran adalah ketika Presiden Prabowo menceritakan kisah seorang anak bernama Naila. Meski tinggal di rumah yang sangat tidak layak, Naila tetap bersemangat untuk bersekolah.
“Yang paling menyentuh itu saat Pak Presiden menunjukkan foto rumah Naila yang sangat memprihatinkan, namun dia tetap semangat sekolah. Semangat anak-anak seperti itulah yang ingin kami jaga,” tambahnya.
Imran juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Prabowo untuk memberikan sepeda motor kepada para SPPI. Menurutnya, hal ini akan sangat membantu mereka dalam menjangkau desa-desa terpencil dan mempercepat distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
“Kami sangat senang. Tugas kami bukan hanya mengelola dapur, tetapi juga menjadi penggerak di daerah. Sepeda motor ini akan sangat memudahkan kami untuk mengakses desa-desa yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Sebagai penutup, Imran menyampaikan harapan agar Prabowo senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas memimpin bangsa, khususnya dalam mempersiapkan generasi emas 2045 melalui program MBG.
“Harapan kami, semoga Pak Presiden selalu sehat, diberikan kekuatan, dan dilindungi oleh Allah SWT, agar program ini bisa menyeluruh dan benar-benar mencetak generasi emas di 2045,” tutupnya.