JAKARTA – Dalam suasana hangat Halal Bihalal yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (6/5), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat kembali semangat perjuangan Angkatan 45 di hadapan para purnawirawan TNI-Polri.
Acara yang masih dalam rangkaian perayaan Idulfitri 1446 H ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen reflektif untuk mengenang nilai-nilai luhur perjuangan bangsa.
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya peran Angkatan 45, generasi yang berjuang merebut kemerdekaan sebelum terbentuknya TNI.
Dalam pidatonya yang penuh semangat, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukurnya karena pernah merasakan langsung gemblengan dan kepemimpinan dari generasi legendaris tersebut.
“Terus terang saya beruntung dan kawan-kawan merasa beruntung kami sempat digembleng langsung, kami sempat merasakan kepemimpinan langsung dari angkatan 45,” kata Presiden Prabowo.
Ia menambahkan Angkatan 45 memiliki ciri khas sendiri yang tentu dirasakan oleh setiap orang terlibat di Angkatan ini.
“Angkatan ini punya ciri khas, saya kira mereka-mereka merasakan hubungan langsung dengan angkatan 45, mereka yang ikut merasakan akan membenarkan pendapat saya, banyak yang merasakan langsung, Pak Try Sutrisno, Sri Sultan HB X, Ayahanda Sri Sultan IX, pejuang jenderal TNI,” ucap Prabowo.
Transisi Awal Kemerdekaan
Presiden juga menekankan bahwa para pejuang Angkatan 45 menghadapi tantangan besar di masa transisi awal kemerdekaan, termasuk melawan kekuatan asing seperti Jepang, Inggris, dan Belanda.
“Generasi 45 yang merasa penerus dari perjuangan perjuangan ratusan tahun semua suku daerah yang mengatakan bahwa Bangsa Indonesia tidak mau dijajah, tidak mau jadi bangsa kuli, tidak mau jadi bangsa pesuruh, tidak mau jadi bangsa kerdil, tidak mau jadi bangsa yang miskin.”
“Angkatan 45 berani ambil sikap, padahal negara belum punya anggaran, belum punya administrasi, organisasi,” ujar Prabowo, menegaskan karakter visioner dan militansi para pendahulu.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh militer dan sipil terkemuka, antara lain Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Serta dihadiri para kepala staf TNI dari tiga matra: Jenderal Maruli Simanjuntak (AD), Marsekal Tony Harjono (AU), dan Laksamana Muhammad Ali (AL).
Sejumlah menteri kabinet dan pejabat tinggi juga turut hadir, seperti Mendagri Tito Karnavian, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Lalu Menag Nasaruddin Umar, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Kepala Bappenas Ramat Pambudi, serta Kepala BIN Herindra.
Keberadaan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwana X turut melengkapi daftar tamu kehormatan.
Tidak hanya itu, para tokoh militer senior dan purnawirawan jenderal seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Andika Perkasa, AM Hendropriyono, Yudo Margono, Agum Gumelar, dan Sutarman juga hadir, menunjukkan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai perjuangan dan persatuan bangsa.***