SUMBAR – Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus pada Selasa pagi, 7 Mei 2025, sekitar pukul 06.45 WIB. Erupsi tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak, menciptakan pemandangan dramatis yang terlihat dari Bukittinggi, Padang Panjang, hingga Agam.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, letusan kali ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan berlangsung sekitar 50 detik.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal, mengarah ke barat daya,” ujar Ahmad Rifandi, petugas PGA Marapi, dalam laporan resminya.
Warga Diminta Waspada Hujan Abu dan Lahar
Peningkatan aktivitas Gunung Marapi dalam beberapa pekan terakhir membuat Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Status gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut ini masih berada pada Level II (Waspada), dengan radius bahaya sejauh 3 kilometer dari kawah utama.
“Warga di sekitar lereng diminta tidak mendekati kawah dan mewaspadai potensi hujan abu serta aliran lahar, terutama saat musim hujan,” kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid. Ia juga menyarankan penggunaan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu vulkanik.
Rentetan Erupsi Marapi di 2025
Letusan pada Selasa pagi menambah daftar panjang aktivitas Marapi sepanjang April hingga Mei 2025. Berdasarkan catatan PGA, gunung ini telah erupsi lebih dari 15 kali sejak awal April dengan intensitas yang bervariasi. Pada 3 Mei 2025, Marapi juga memuntahkan abu setinggi 800 meter, disertai dentuman yang terdengar hingga ke permukiman.
“Suara gemuruhnya cukup kencang, tapi kami sudah terbiasa. Yang penting tetap waspada kalau hujan, takutnya lahar turun,” ujar Darizal, warga Batu Palano yang tinggal sekitar 10 kilometer dari puncak.
Dampak Erupsi dan Antisipasi
Meskipun belum ada laporan kerusakan signifikan akibat letusan kali ini, hujan abu tipis dilaporkan turun di beberapa wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Payakumbuh. PVMBG terus memantau aktivitas gunung secara intensif dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi dari sumber resmi.
Letusan ini menjadi pengingat akan kondisi geologis Sumatera Barat yang dikelilingi gunung berapi aktif. Wisatawan dan pendaki diimbau tidak beraktivitas di sekitar kawah hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Tetap Tenang, Tapi Selalu Siaga
Bagi warga Sumatera Barat, letusan Marapi bukan hal baru. Namun, kesiapsiagaan tetap penting untuk meminimalkan risiko. Dengan mematuhi imbauan PVMBG dan menjalin komunikasi dengan otoritas setempat, diharapkan dampak erupsi dapat diminimalkan.
Untuk informasi terbaru, masyarakat disarankan memantau laporan resmi dari Badan Geologi atau mengikuti akun media sosial terpercaya seperti @InfoFPMKI yang rutin membagikan perkembangan aktivitas Gunung Marapi.
