JAKARTA – Pemulihan jalur transportasi di sejumlah wilayah Sumatra menunjukkan perkembangan nyata setelah bencana banjir dan longsor, dengan beberapa akses utama yang sempat terputus kini kembali dapat dilalui secara bertahap.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa pembukaan akses jalan dari Bener Meriah menuju Bireuen mengalami kemajuan signifikan berkat pengerjaan intensif di lapangan.
“Ada beberapa tambahan proses pembukaan akses jalan dari Bener Meriah menuju Bireuen yang sebelumnya terputus. Saat ini, beberapa jalur alternatif sudah mulai dilewati, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (26/12/2025).
Selain jalur alternatif, BNPB juga memprioritaskan pemulihan ruas jalan nasional Takengon–Bireuen yang memegang peran penting dalam menopang arus logistik dan mobilitas masyarakat.
“Ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen ini sangat penting untuk mendukung distribusi logistik. Khususnya, energi dari Bandara Rembele ke Takengon,” ucap Abdul Muhari menjelaskan.
Abdul Muhari menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur transportasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
“Akses transportasi ini terus kita kebut bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan seluruh entitas yang terlibat. Termasuk penanganan jembatan Beli di Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara, serta jembatan di wilayah Nipase, Kabupaten Bener Meriah,” ujar Abdul Muhari.
Di tingkat pusat, pemerintah juga mempercepat pemulihan konektivitas wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat guna menjamin distribusi bantuan serta layanan dasar masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa sebagian besar ruas jalan nasional yang terdampak kini telah kembali berfungsi normal.
“Secara keseluruhan dari 81 ruas jalan nasional yang terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, itu sudah 72 ruas atau hampir 90 persen sudah kembali berfungsi. Namun sembilan ruas lainnya masih dalam proses percepatan penanganan,” kata Pratikno.
Upaya percepatan pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan logistik, mendukung pemulihan ekonomi lokal, serta memastikan pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap berjalan optimal.***
