JAKARTA — Pemerintah memastikan seluruh jalur transportasi nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini telah berfungsi sepenuhnya setelah sempat lumpuh akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan seluruh jaringan jalan dan jembatan strategis kini beroperasi normal sehingga mobilitas antarwilayah kembali lancar.
“Jalan darat ini ada jalan nasional, ada jalan provinsi, kabupaten-kota, jalan desa, dan juga ada jembatan-jembatan,” ujar Tito dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2).
Pemulihan infrastruktur dasar ini memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas seperti semula, seiring berkurangnya jumlah pengungsi dan meningkatnya kegiatan ekonomi lokal di wilayah terdampak.
“Akses jalan nasional umumnya sudah terhubung semua. Dan juga jalan desa,” katanya.
Menurut Tito, keberhasilan percepatan pemulihan tak lepas dari upaya terkoordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta seluruh pemerintah daerah di kawasan terdampak bencana.
“Kemudian kami melakukan cross-checking kepada semua bupati dan wali kota yang dihadiri oleh gubernur atau wakil gubernur, dan juga harus dipengecekan kita di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh indikator pemulihan kini menunjukkan hasil positif, termasuk layanan publik, administrasi pemerintahan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta ketersediaan kebutuhan dasar warga.
“Baik itu pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan. Kemudian akses daerah baik provinsi, jalan nasional, semuanya sudah beres,” ucapnya.
Selain pemulihan jalur utama, proses rekonstruksi infrastruktur turut melibatkan pembangunan jembatan permanen dan sementara di sejumlah titik kritis agar konektivitas antar daerah tetap terjaga.
“Banyak yang fungsional, ada yang menggunakan jembatan. Jembatan sementara bailey, jembatan armco, atau jembatan lain,” katanya.***
