JAKARTA – PBB memperingatkan, akses bantuan ke Gaza masih terganggu akibat penutupan perbatasan oleh Israel.
Juru bicara PBB Farhan Haq menyampaikan laporan tersebut dalam konferensi pers, Rabu (22/10/2025).
Farhan Haq, menyatakan data OCHA menunjukkan kondisi kemanusiaan di Gaza kritis sejak gencatan senjata 10 Oktober.
PBB dan mitra intensifkan distribusi bantuan, terutama di wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza, kata Haq.
Namun, akses ke utara Gaza terhalang penutupan Zikim dan Erez, menyulitkan pekerja kemanusiaan mencapai warga terdampak.
Sejak gencatan senjata, tercatat lebih dari 425.000 pergerakan warga dari selatan ke utara Gaza, banyak mengungsi ke Jabaliya.
Haq menambahkan, dari sepuluh misi kemanusiaan PBB di Gaza, enam berhasil difasilitasi dengan bantuan air, popok, dan bahan bakar.
Truk PBB mengirim hampir 1.500 ton bantuan melalui Karem Abu Salem dan Kissufim, sebagian besar berupa pangan pokok.
Sisanya berupa perlengkapan tempat tinggal, kesehatan, pakan ternak, serta kebutuhan air dan sanitasi warga Gaza.
Haq menekankan pentingnya membuka kembali penyeberangan Rafah untuk memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan.
Ia juga menegaskan, keberhasilan gencatan senjata menentukan kelangsungan bantuan dan mencegah krisis semakin parah.***