JAKARTA – Pertarungan antara Man United vs Man City di Old Trafford berakhir tanpa gol, namun duel ini jauh dari kata membosankan.
Ruben Amorim kembali menjadi batu sandungan bagi Pep Guardiola, memperpanjang rekor tak terkalahkannya atas sang juru taktik Spanyol musim ini.
Laga bertajuk derbi Manchester ini berlangsung pada pekan ke-31 Liga Inggris 2024/2025, Minggu (6/4/2025).
Meski skor akhir 0-0, pertandingan menyajikan adu taktik sengit dan intensitas tinggi sejak menit awal.
Man United vs Man City menjadi sorotan utama karena kembali mempertemukan dua pelatih dengan filosofi berbeda namun sama-sama progresif: Amorim dan Guardiola.
Hasil imbang ini menegaskan ketangguhan Manchester United di bawah asuhan Amorim.
Musim ini, eks pelatih Sporting CP itu telah tiga kali menghadapi City-nya Guardiola tanpa sekalipun menelan kekalahan—dua di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Di atas kertas, Guardiola lebih berpengalaman dan bertabur gelar, namun Amorim justru tampil sebagai lawan yang selalu menyulitkan.
Agresivitas Tinggi, Tapi Minim Penyelesaian
Laga langsung berjalan panas sejak wasit meniup peluit awal. Bahkan hanya dalam hitungan detik, bek City Ruben Dias diganjar kartu kuning karena menjatuhkan Alejandro Garnacho dalam perebutan bola cepat.
MU pun mendapat tendangan bebas di tepi kotak penalti, tapi eksekusi Bruno Fernandes gagal membobol gawang karena diblok pagar betis.
Manchester City tampil dominan dalam penguasaan bola, namun United menunjukkan pertahanan yang disiplin.
Pada menit ke-10, kombinasi apik Matheus Nunes dan Phil Foden membuka peluang pertama City, meski sepakan Foden masih melebar.
Tak lama kemudian, MU membalas lewat penetrasi Diogo Dalot dari sisi kanan. Umpan silangnya nyaris disambut Ugarte dan Garnacho, tapi keduanya tak berhasil menyambar bola.
City kembali menciptakan ancaman di menit ke-39 melalui tembakan Ilkay Guendogan, yang belum mencetak gol sejak kembali ke Etihad. Namun lagi-lagi, percobaannya belum tepat sasaran.
Satu menit berselang, giliran Casemiro mencoba peruntungan, tapi sepakannya dari jarak jauh berhasil diamankan Ederson.
Strategi Bertahan MU
Memasuki babak kedua, City berupaya meningkatkan tempo dan menekan dari lini tengah.
Namun, rapatnya pertahanan United membuat setiap peluang mereka buntu di sepertiga akhir.
Guardiola terus berteriak dari pinggir lapangan, meminta pergerakan lebih agresif dari pemain sayapnya.
Sebaliknya, Amorim terlihat tenang. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk menunggu momen transisi cepat.
Scott McTominay dan Kobbie Mainoo menjadi pilar penting dalam memotong jalur distribusi bola City.
Meski tidak banyak menciptakan peluang, strategi Amorim berhasil membatasi efektivitas permainan menyerang The Citizens.
Guardiola mencoba mengubah arah permainan dengan memasukkan penyerang tambahan di 15 menit terakhir.
Namun MU tetap solid, dan Andre Onana tampil tenang menjaga gawangnya dari kebobolan. Hingga peluit akhir berbunyi, skor 0-0 tak berubah.
MU Semakin Solid
Hasil imbang ini berarti banyak bagi Amorim. Tiga pertemuan melawan Pep Guardiola musim ini berakhir dengan satu kemenangan bersama Sporting CP, satu kemenangan dalam derbi pertamanya bersama MU, dan kini hasil imbang.
Amorim menjadi satu dari sedikit pelatih yang bisa mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam tiga laga kontra Guardiola di satu musim kompetisi.
“Masalah MU lebih besar dari City,” ujar Amorim usai pertandingan, merujuk pada tantangan internal timnya yang masih dalam proses adaptasi taktik dan kedalaman skuad.
Di sisi lain, hasil ini menjadi sinyal peringatan bagi City dalam perebutan gelar.
Mereka gagal mencetak gol dan kehilangan dua poin krusial dalam perburuan di papan atas. Guardiola harus mencari solusi atas lini depan timnya yang tumpul dalam laga-laga besar.***