PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan permohonan maaf terbuka atas gangguan teknis (down) yang melanda aplikasi layanan digital Access by KAI sepanjang hari ini, Selasa (11/8/2026).
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi bahwa selama proses pemulihan berlangsung, para calon penumpang dapat memanfaatkan saluran alternatif seperti Contact Center KAI 121 maupun loket fisik di stasiun.
“Atas nama KAI, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Kami sangat memahami kebutuhan masyarakat untuk tetap memperoleh akses pemesanan tiket dan informasi perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan resminya.
Sistem Pemeliharaan Malam Ini, Online Ditargetkan Pulih Pukul 23.00 WIB
Guna menuntaskan masalah dan memperkuat keandalan infrastruktur digitalnya, KAI dijadwalkan melakukan pemeliharaan sistem (maintenance) skala penuh mulai pukul 21.00 WIB.
Selama proses pemeliharaan darurat tersebut berjalan, pemesanan tiket kereta api sementara waktu dialihkan secara penuh secara luring (offline) melalui loket stasiun. KAI menargetkan seluruh layanan pemesanan tiket secara daring (online) dapat kembali beroperasi normal mulai pukul 23.00 WIB.
“Tim IT kami terus bekerja keras agar proses pemulihan berjalan lancar dan layanan dapat kembali digunakan sesuai target. Sekali lagi, kami memohon maaf dan berterima kasih atas kesabaran seluruh pelanggan,” tegas Anne.
Keluhan Pengguna Meluap di Media Sosial
Lumpuhnya aplikasi Access by KAI membuat pengguna tidak dapat melakukan pengecekan jadwal perjalanan maupun transaksi tiket sejak Selasa pagi pukul 08.00 WIB.
Hasil pantauan pada pukul 15.32 WIB menunjukkan bahwa pengguna yang membuka aplikasi Access by KAI hanya tertahan di layar antrean sistem (queuing page). Tak hanya itu, kendala ini juga berdampak pada pemesanan tiket kereta di platform mitra seperti Online Travel Agent (OTA) Traveloka.
Sontak, gangguan ini memicu gelombang keluhan dari netizen dan pengguna setia kereta api di berbagai platform media sosial yang terhambat dalam mengamankan tiket perjalanan mereka.


