JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi menegaskan komitmennya melindungi jemaah umrah, warga negara, dan pengunjung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Jaminan tersebut disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Jumat malam, 16 Oktober 2026.
“Kerajaan Arab Saudi tentu akan mengambil tindakan-tindakan yang semestinya. Yakni dalam rangka mengamankan warga Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jemaah umrah,” kata Faisal.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perlindungan terhadap jemaah menjadi perhatian pemerintah Saudi, menyusul serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi.
Situasi Arab Saudi Diklaim Tetap Kondusif
Faisal menyatakan kondisi keamanan di dalam negeri Arab Saudi masih kondusif, stabil, dan aman meskipun menghadapi ancaman serangan.
Pemerintah Saudi, menurutnya, akan mengambil langkah pengamanan yang diperlukan untuk melindungi masyarakat, pengunjung dari luar negeri, serta warga negara asing yang menetap di wilayahnya.
Ia juga menekankan bahwa upaya menjaga keamanan nasional tidak mengubah komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk mengedepankan perdamaian.
Faisal menjelaskan, hukum internasional memberikan hak kepada Arab Saudi untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya, termasuk melindungi warga negara serta ekspatriat.
Menurut dia, perlindungan terhadap masyarakat dan penanganan ancaman keamanan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.
Konflik Yaman Masih Memanas
Faisal turut menyinggung konflik Yaman yang melibatkan kelompok Houthi sejak kelompok tersebut mengambil alih kekuasaan melalui kudeta terhadap pemerintah Yaman pada 2014.
Ia mengatakan Arab Saudi selama ini mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik dengan melibatkan berbagai pihak di Yaman dan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman.
“Namun, milisi Houthi terus menolak upaya perdamaian dan menghalangi pencapaian solusi politik komprehensif di Yaman. Houthi lebih memilih eskalasi militer yang terus-menerus,” ujar Faisal.
Menurut Faisal, pendekatan politik yang menyeluruh dan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengakhiri konflik serta menciptakan stabilitas di Yaman.
Dukungan terhadap Pemerintah Yaman
Arab Saudi bersama koalisi internasional, lanjut Faisal, terus mendukung legitimasi pemerintahan Yaman dan berkoordinasi dengan pemerintah yang diakui untuk memperkuat kemampuan menjaga keamanan wilayah.
Upaya tersebut disebut menjadi bagian dari strategi menghadapi konflik sekaligus mendorong terciptanya kondisi yang lebih stabil di kawasan.
Faisal menegaskan, perlindungan terhadap kedaulatan Arab Saudi dan komitmen terhadap perdamaian merupakan dua hal yang berjalan beriringan.
Jemaah Umrah Perlu Memperhatikan Informasi Resmi
Di tengah dinamika keamanan kawasan, calon jemaah dan masyarakat Indonesia yang berencana menjalankan umrah perlu terus mengikuti perkembangan melalui otoritas resmi.
Informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah dapat menjadi acuan untuk memantau kondisi dan kebijakan perjalanan terbaru.
Pernyataan Duta Besar Arab Saudi tersebut memberikan jaminan mengenai komitmen perlindungan pemerintah, tetapi perkembangan situasi keamanan tetap perlu dipantau secara berkala.***