WUHAN – Kejutan besar mewarnai Wuhan Open setelah Aryna Sabalenka tersingkir pada babak 32 besar usai kalah dari petenis Amerika Serikat, Ann Li, dalam pertandingan tiga set yang berlangsung dramatis.
Sabalenka menyerah dengan skor 6-3, 4-6, 5-7 dalam laga yang sempat berada di bawah kendalinya, tetapi akhirnya berhasil dibalikkan oleh Li, Kamis (15/10/2026) pagi.
Kekalahan tersebut memperpanjang periode sulit Sabalenka menjelang WTA Finals, sekaligus menggagalkan peluang pertemuannya dengan Iga Swiatek pada fase berikutnya.
Ann Li Bangkit Setelah Kehilangan Set Pertama
Sabalenka mengawali pertandingan dengan agresif dan langsung menekan Li melalui permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya.
Petenis peringkat dua dunia itu sempat unggul 4-1, kemudian kembali mematahkan servis lawannya untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-3.
Namun, Li memperlihatkan perlawanan lebih kuat pada set kedua dengan meningkatkan tekanan dan memanfaatkan sejumlah kesalahan Sabalenka.
Setelah tertinggal 2-4, Li merebut dua gim berikutnya untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4 sebelum menutup set kedua dengan kemenangan 6-4.
Cedera Lutut Sabalenka Jadi Sorotan
Pertandingan semakin menegangkan pada set penentuan ketika Sabalenka tertinggal 1-4 dan meminta jeda medis atau medical timeout.
Petenis asal Belarus tersebut diduga mengalami masalah pada lutut kanannya, meski tingkat keparahan cedera itu belum dapat dipastikan dari laporan pertandingan.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Li untuk menyelesaikan pertandingan lebih cepat, tetapi petenis Amerika itu justru kesulitan memanfaatkan sejumlah kesempatan.
Li melewatkan lima match point dalam satu gim saat unggul 5-2, kemudian kembali gagal mengonversi peluang ketika memimpin 5-4.
Sabalenka sempat memiliki kesempatan untuk memperpanjang perlawanan, tetapi Li akhirnya mampu mengatasi tekanan dan memastikan kemenangan melalui pertarungan yang ditentukan pada poin-poin krusial.
Rekor Sempurna Sabalenka di Wuhan Berakhir
Kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Sabalenka karena Wuhan merupakan salah satu turnamen yang selama ini sangat cocok dengan permainannya.
Sebelum kekalahan tersebut, Sabalenka dikabarkan memiliki rekor 20 kemenangan tanpa kekalahan di venue Wuhan Open dan telah tiga kali menjuarai turnamen itu.
Catatan tersebut memperlihatkan betapa mengejutkannya hasil pertandingan melawan Li, yang berhasil menghentikan dominasi Sabalenka di salah satu turnamen favoritnya.
Hasil ini juga menambah tekanan bagi Sabalenka untuk memperbaiki performa sebelum tampil di WTA Finals, terutama jika masalah pada lutut kanannya memengaruhi persiapan.
Jessica Pegula Juga Tersingkir
Sabalenka bukan satu-satunya unggulan yang harus mengakhiri perjalanan lebih awal karena Jessica Pegula juga tersingkir setelah kalah dari Jelena Ostapenko.
Pegula menyerah dengan skor 6-2, 6-7, 3-6 setelah Ostapenko bangkit dan membalikkan keadaan dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Hasil tersebut semakin memperbesar kejutan di Wuhan Open karena dua nama besar tenis putri dunia sama-sama gagal melaju lebih jauh.
Janice Tjen Berpeluang Melangkah Lebih Jauh
Setelah menyingkirkan Sabalenka, Ann Li dijadwalkan menghadapi Janice Tjen pada babak berikutnya, sehingga duel tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi penggemar tenis Indonesia.
Sejumlah petenis lain juga melanjutkan perjuangan di Wuhan, termasuk Iga Swiatek, Iva Jovic, Karolina Muchova, Diana Shnaider, Jasmine Paolini, dan Elina Svitolina.
Swiatek berhasil melewati Magdalena Frech, sementara hasil pertandingan lainnya turut menentukan peta persaingan menuju gelar juara.
Tersingkirnya Sabalenka dan Pegula membuat persaingan semakin terbuka, dengan para pemain yang tersisa memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke babak-babak penentuan.***