JAKARTA – Bad Bunny memenuhi janjinya untuk membuat “dunia berdansa” lewat penampilan spektakuler pada Super Bowl Halftime Show. Bersama Lady Gaga, Ricy Martin, dan sejumlah bintang tamu lainnya, ia membawakan medley lagu penuh energi yang sarat tradisi Amerika Latin, khususnya Puerto Rico.
Dilansir dari Variety, Senin (9/2/2026), panggung diubah menjadi vecindad Puerto Rico, lengkap dengan toko tukang cukur, toko minuman keras, dan casita ikonik. Karol G, Cardi B, Jessica Alba, hingga Pedro Pascal ikut menari di bawah atap casita, sementara penonton disuguhi adegan teatrikal mulai dari ladang tebu hingga pernikahan sungguhan.
Tema persatuan menjadi sorotan utama. Menjelang akhir pertunjukan, Bad Bunny menyatakan, “Tuhan Memberkati Amerika,” lalu menyebut setiap negara di Amerika Utara, Selatan, dan Karibia, termasuk tanah kelahirannya, Puerto Rico. Di belakangnya, papan reklame menampilkan pesan besar: “Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta.”
Pertunjukan juga sarat simbol politik, termasuk kaus bertuliskan angka 64 yang diyakini merujuk pada korban awal Badai Maria, serta pemutaran ulang pidato Grammy Bad Bunny tentang rasisme dan imigrasi. Ricky Martin turut hadir membawakan “El Apagón,” lagu tentang pemadaman listrik pasca-Badai Maria, sebagai penghormatan bagi ribuan korban.
Lady Gaga menambah kejutan dengan versi salsa dari “Die With a Smile,” berduet dengan Bruno Mars, sebelum menari bersama Bad Bunny di lagu “Baile Inolvidable.” Penampilan berbahasa Spanyol ini tercatat sebagai yang pertama dalam sejarah Super Bowl Halftime Show, menegaskan dominasi budaya Latin di panggung global.
Pertunjukan ditutup dengan pesta dansa massal, kembang api, dan pesan terakhir Bad Bunny: “Bersama, kita adalah Amerika.”
