Bandara Internasional Dubai mencatat 93,8 juta penumpang dalam periode 12 bulan hingga September 2025—melampaui rekor sebelumnya dan menegaskan urgensi proyek ambisius emirat untuk membangun pusat penerbangan terbesar di dunia senilai $35 miliar.
Rekor tersebut diumumkan pada Rabu dalam ajang Dubai Air Show, bersamaan dengan pengungkapan dukungan pendanaan $3,5 miliar dari UK Export Finance untuk ekspansi besar-besaran Bandara Internasional Al Maktoum. Bandara baru yang berjarak 45 km dari bandara saat ini itu ditargetkan mampu menampung 260 juta penumpang per tahun, memiliki lima landasan pacu, dan sekitar 400 gerbang pesawat.
Pesanan Pesawat Jumbo: Sinyal Optimisme Maskapai Dubai
Momentum pertumbuhan ini diperkuat oleh gelombang pemesanan pesawat dari maskapai Dubai.
-
Emirates memesan 65 Boeing 777-9 dengan total nilai $38 miliar.
-
flydubai mengamankan 150 Airbus A321neo senilai $24 miliar, serta 75 Boeing 737 MAX senilai $13 miliar.
“Angka penumpang yang memecahkan rekor ini menunjukkan kekuatan sektor penerbangan dan pariwisata Dubai,” ujar Paul Griffiths, CEO Dubai Airports. “Namun, yang lebih penting, ini menegaskan betapa krusialnya tahap berikutnya. Visi DWC bukan sekadar ekspansi kapasitas, tetapi transformasi total pengalaman perjalanan.”
Dukungan Inggris menjadi komitmen investasi internasional pertama untuk proyek Dubai World Central (DWC). Inggris diperkirakan akan memasok teknologi sistem lanjutan dan keahlian teknik.
Sementara itu, Ketua Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum mengatakan bahwa Emirates akan menggelontorkan investasi tambahan $10–12 miliar untuk fasilitas khusus di bandara baru tersebut, di luar anggaran pemerintah untuk terminal sebesar $35 miliar.
Operasi Penerbangan Akan Pindah Total pada 2030-an
Dubai menargetkan seluruh operasi penerbangan akan berpindah dari Bandara Internasional Dubai ke Al Maktoum pada awal 2030-an. Tahap awal bandara baru, dengan kapasitas 150 juta penumpang, direncanakan mulai beroperasi pada periode tersebut.
Lonjakan penumpang di Dubai—70,1 juta hanya dalam sembilan bulan pertama 2025—terus mendorong kota ini sebagai hub penghubung global Timur-Barat sekaligus destinasi wisata favorit yang didukung pasar properti yang booming. Namun pertumbuhan pesat ini juga memunculkan tantangan baru, mulai dari kemacetan parah hingga biaya hidup yang meningkat.