JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin malam (4/8/2025) memicu banjir di sejumlah wilayah Jakarta Timur (Jaktim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 20.00 WIB, sebanyak 15 Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan di Jaktim terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 100 cm.
Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi di beberapa titik pos pantau banjir.
Berdasarkan data resmi BPBD DKI Jakarta, banjir di Jaktim kali ini menunjukkan eskalasi dibandingkan laporan sebelumnya.
“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 15 RT dan 1 ruas jalan,” demikian keterangan resmi BPBD, seperti dikutip pada Selasa (5/8/2025).
Beberapa pos pantau banjir di wilayah ini bahkan telah mencapai status Siaga 1 (bahaya), sementara sebagian lainnya berada pada Siaga 3 (waspada).
Ketinggian air yang mencapai satu meter di sejumlah titik menjadi perhatian serius. Banjir kali ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu potensi kerusakan infrastruktur dan kendala mobilitas di wilayah terdampak.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air guna mempercepat surutnya banjir.
Hujan deras yang menjadi penyebab utama banjir ini diperkirakan masih akan berlangsung di beberapa wilayah Jakarta.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas tinggi yang dapat memperparah kondisi. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama di kawasan rawan banjir seperti bantaran Kali Ciliwung dan Kali Sunter.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menangani banjir dengan langkah-langkah mitigasi, termasuk pengerukan kali dan peningkatan kapasitas pompa air.
Meski demikian, tantangan banjir di Jakarta masih membutuhkan solusi komprehensif untuk mengatasi dampak curah hujan tinggi dan luapan sungai.
