JAKARTA — Banjir yang merendam Pasar Induk Regional Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (9/10/2026), ditangani dengan pengerahan pompa air dan perahu karet oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan sekaligus membantu evakuasi masyarakat yang terdampak.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jayapura sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menyebabkan banjir meluas ke kawasan pasar, permukiman, dan sejumlah ruas jalan. Genangan sempat mengganggu mobilitas warga sehingga penanganan di lapangan difokuskan pada pengurangan air dan bantuan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Kementerian PU mengoperasikan satu unit pompa air bergerak atau *mobile water pump* untuk menyedot genangan di kawasan Pasar Induk Youtefa. Air hasil penyedotan dialirkan menuju Sungai Siborgonyi.
Selain itu, satu unit perahu karet dikerahkan untuk membantu proses evakuasi masyarakat yang berada di kawasan pasar. Petugas juga melakukan pemantauan kondisi banjir, pemeriksaan lapangan, serta pendataan di sejumlah titik terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung penanganan bencana, terutama untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Prioritas utama adalah memulihkan akses masyarakat, memperbaiki tanggul yang jebol, dan memastikan aliran sungai kembali lancar sehingga risiko banjir susulan dapat ditekan,” kata Dody.
Berdasarkan laporan BWS Papua, ketinggian genangan di sejumlah wilayah Kota Jayapura mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Banjir dilaporkan terjadi di sekitar Sungai Acai dan Sungai Entrop, serta sejumlah ruas jalan di wilayah Abepura dan Entrop.
Untuk mendukung penanganan, sebanyak 12 personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana BWS Papua disiagakan di lapangan. Mereka bekerja bersama petugas pemeliharaan sungai dan personel posko BWS Papua untuk memantau perkembangan situasi serta mendukung langkah penanganan sesuai kondisi di lokasi.
Hingga Jumat, kondisi banjir di Kota Jayapura dan sekitarnya secara umum mulai berangsur surut. Aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sejumlah titik yang sebelumnya terdampak juga mulai kembali normal.
Meski demikian, penyedotan air di kawasan Pasar Induk Regional Youtefa masih berlangsung untuk mengurangi sisa genangan. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas di kawasan pasar dapat berangsur pulih.
Kementerian PU juga terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan munculnya genangan kembali apabila hujan berintensitas tinggi terjadi.
Selain pengoperasian pompa, pembersihan saluran drainase, gorong-gorong, dan jalur aliran air menjadi bagian dari upaya untuk memperlancar pembuangan air. Langkah ini diperlukan untuk membantu mengurangi risiko genangan ketika curah hujan kembali meningkat.
Penanganan banjir di Jayapura tersebut dilakukan melalui pengerahan peralatan, kesiapan personel, dan pemantauan kondisi di wilayah terdampak. Kementerian PU menyatakan upaya penanganan terus berjalan untuk mendukung pemulihan akses masyarakat serta mengantisipasi potensi banjir susulan.