JAKARTA – Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan sejumlah tokoh atas ucapan selamat serta doa untuk Presiden Prabowo Subianto yang genap berusia 75 tahun pada 17 Oktober 2026.
Prasetyo menilai berbagai ucapan, doa, karangan bunga, dan ungkapan perhatian yang disampaikan kepada kepala negara merupakan bentuk kepedulian yang bermakna.
Ia juga berharap doa dan harapan baik tersebut membawa keberkahan, kesehatan, kebahagiaan, serta kebaikan bagi semua pihak.
“Sekali lagi, terima kasih atas segala perhatian, doa, dan ketulusan yang diberikan kepada Bapak Presiden.”
“Semoga kebersamaan dan semangat persatuan ini terus terjaga demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” kata Prasetyo di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Istana Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan
Momentum ulang tahun Prabowo dimanfaatkan Istana untuk mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan mempererat hubungan antarmasyarakat di tengah upaya membangun bangsa.
Prasetyo mengajak seluruh elemen masyarakat berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, maju, adil, makmur, dan sejahtera.
Pesan tersebut menempatkan kebersamaan sebagai salah satu modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
Perjalanan Prabowo dari Militer ke Kursi Presiden
Prabowo Subianto lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951 dari pasangan ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar.
Masa kecilnya di sejumlah negara, termasuk Singapura, Hong Kong, Malaysia, Swiss, dan Inggris, turut membentuk pengalaman hidupnya sebelum meniti karier militer di Indonesia.
Ia memasuki Akademi Militer di Magelang pada 1970 dan menyelesaikan pendidikan pada 1974 sebelum bertugas di lingkungan TNI Angkatan Darat, termasuk Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.
Dalam perjalanan karier militernya, Prabowo pernah memimpin sejumlah operasi dan menduduki jabatan strategis, termasuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pada 1998.
Mendirikan Gerindra hingga Menjadi Presiden
Setelah meninggalkan dinas militer, Prabowo melanjutkan kiprahnya di dunia politik dengan mendirikan Partai Gerindra pada 2008 dan kemudian memimpin partai tersebut.
Ia beberapa kali mengikuti pemilihan presiden sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka.
Pasangan Prabowo-Gibran meraih sekitar 58 persen suara dan dilantik sebagai Presiden serta Wakil Presiden RI periode 2024–2029 pada 20 Oktober 2024.
Menjelang dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026, peringatan ulang tahun Prabowo menjadi momentum bagi Istana untuk menegaskan kembali pentingnya persatuan dan semangat kebersamaan dalam perjalanan pembangunan Indonesia.***